Penulis
Tidak saja kualitas fisik desa dan destinasi wisatanya, juga kualitas layanannya, pemasarannya, dan pengelolaannya.
Sehingga nanti terfiltrasi, hanya turis yang memiliki minat dan keingintahuan tentang biodiversitas sungai, danau, dan hutan, yang akan berkunjung.
"Itu memang segmented, walau pun dampak dari itu, bisa terjadi pengembangan yang lebih ramai lagi. Bisa lebih dijual dalam bentuk massal memang memungkinkan," imbuh Wayan.
Misalnya di danau-danau tadi, masih memungkinkan untuk dibuat konsep pariwisata massal bersifat rekreatif.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.