Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bus BCT Kembali Beroperasi 1-20 Agustus, Penumpang Wajib Gunakan "E-Money"

Kompas.com, 24 Juli 2024, 13:29 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Layanan transportasi publik berskema Buy The Service (BTS) Balikpapan City Trans (BCT) akan kembali beroperasi pada 1 Agustus hingga 20 Agustus 2024.

Kendari masih belum bertarif alias gratis, saat uji coba lanjutan ini, penumpang diwajibkan menggunakan e-money atau uang elektronik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, Rabu (24/7/2024).

"Pengoperasian kembali dalam rangka uji coba lanjutan tersebut dilakukan setelah evaluasi  pasca uji coba perdana 8 Juli 2024 dari sisi adminitrasi dan operasional tuntas," ujar Edo, sapaan akrabnya.

Baca juga: Didemo Sopir Angkot, Balikpapan City Trans Setop Uji Coba hingga 30 Juli

Keputusan ini diambil setelah pertemuan yang diikuti sejumlah perwakilan dari ekosistem transportasi perkotaan, Dinas Perhubungan, Polresta Balikpapan, Dinas PU, serta asosiasi sopir dan pemilik angkot Balikpapan, pada Rabu (17/7/2024).

Menurut Edo, para peserta pertemuan setuju dengan kesepakatan tersebut. Namun, perwakilan sopir dan pemilik angkot meminta bus-bus BCT hanya mengangkut tamu yang akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

Terkait permintaan ini, Dinas Perhubungan Balikpapan tidak bisa memenuhi karena trase operasional BCT hanya melayani warga Kota Balikpapan.

"Tidak melayani trase Balikpapan-IKN atau sebaliknya. BCT hanya beroperasi di wilayah Kota Balikpapan," cetus Edo.

Baca juga: Otorita IKN: Komersialisasi Taksi Terbang Perlu Kajian Lebih Lanjut

Selain keputusan terkait uji coba lanjutan BCT, pertemuan tersebut juga menyepakati rerouting atau trayek baru bagi 411 angkot berizin.

"Kami akan menindaklanjuti keinginan mereka melalui pembinaan kembali dengan mempertegas aturan bahwa angkot yang beredar di Kota Balikpapan hanya yang memiliki izin trayek," tegas Edo.

Tahun 2025, Edo memastikan, para sopir angkot harus sudah memiliki identitas (ID) resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan, mengenakan seragam dan rompi saat beroperasi.

Untuk merealisasikan kebijakan ini, Dinas Perhubungan akan mengalokasikan anggaran khusus.

Saat ini, juga tengah dikaji rerouting trayek baru untuk angkot-angkot tersebut dan segera akan dirilis proyek percontohan melalui jalur yang salama ini belum terlayani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau