Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengelolaan Kereta Otonom Tanpa Rel di IKN Bakal Mirip Jalan Tol

Kompas.com, 30 Juli 2024, 14:00 WIB
Add on Google
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARAKOMPAS.com - Skema pengelolaan kereta otonom tanpa rel Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah dipersiapkan pemerintah.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, perusahaan dari China yang memproduksi ART memberikan layanan gratis kepada Pemerintah Indonesia.

"Jadi kita berikan jalan yang sudah dikonstruksi oleh OIKN dan juga PUPR dan membuat marka-marka. Free of charge selama Agustus sampai Desember," ujarnya dalam keterangan pers dikutip dari tayangan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/7/2024).


Kemudian keberlanjutannya, pemerintah sudah mengalokasikan APBN sebagai buy the service untuk ART.

Sehingga nantinya dilakukan lelang, dan yang memutuskan pemenangnya adalah pemerintah yang akan datang.

"Buy the service adalah sama dengan investasi jangka menengah yang dilakukan oleh swasta, jadi tidak musti yang dari China, bisa aja perusahaan Indonesia bekerja sama dengan seseorang lalu mengelola, dan pemerintah akan membayarnya," tukasnya.

Baca juga: Jokowi Akan Groundbreaking Lima Proyek IKN Pekan Depan, Milik BCA hingga Swissbell

Plt Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono menambahkan, skema kerja sama yang dimaksud Menhub hampir sama dengan pengelolaan jalan tol.

"Itu tadi kayak jalan tol. Kita bangun jalan tol, operasi dan pemeliharaannya ditenderkan, bisa Jasa Marga, bisa yang lainnya BUJT nya," pungkasnya.

Interior dan spesifikasi ART

Sebagai informasi, terdapat dua kerja sama kereta otonom tanpa rel yang tengah diupayakan sebagai pendukung transportasi cerdas IKN.

Pertama adalah kerja sama antara Kemenhub dengan CRRC Sifang, dan kedua adalah kerja sama antara OIKN dengan CRRC Zhouzhou Institute Co. Ltd. & Norinco.

Sebelumnya, Kompas.com telah mendapat kesempatan eksklusif secara langsung meninjau rolling stock di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di sana terungkap bahwa ART yang sudah tiba di Balikpapan pada 27 Juli 2024 itu merupakan produksi BUMN China CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco.

Salah satu hal yang mencolok dari ART ini adalah desain eksterior dengan dominasi warna putih dihias ornamen livery cokelat muda yang diadaptasi dari Pohon Hayat sebagai logo IKN. Selain itu terdapat sepasang persona yang mengenakan baju adat tradisional Dayak.

Sementara rolling stock yang diadakan Kemenhub yang didominasi warna biru, masih dalam perjalanan di perairan Filipina.

Baca juga: Bandara IKN Tak Siap buat 17 Agustus, Begini Skenario Menhub

Ada pun interior ART dirancang demikian luas, berdesain modern, dinamis dan elegan, dengan ceiling tinggi sehingga dapat mengakomodasi penumpang dengan tinggi badan lebih dari 1,8 meter.

Sementara spesifikasi teknisnya mencakup panjang 30.2 meter, lebar 2.65 meter, dengan kapasitas tampung maksimal 302 penumpang.

Trem otonom berbobot penuh 54 ton ini dapat mengaspal dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.

Selain itu, gradient maximum mencapai 10 persen, dan minimum turning radius 15 meter.

Sementara untuk kapasitas baterai menembus 294 kW dan kebutuhan daya listrik AC380V; 50Hz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau