Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebih Dulu Indomaret atau Alfamart yang Hadir di IKN? Ini Faktanya

Kompas.com, 2 Agustus 2024, 06:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ramai diperbincangkan warganet di platform-platform media sosial terkait perseteruan abadi dua peritel Nasional, Indomaret dan Alfamart.

Pasalnya, di mana ada Indomaret, Alfamart pasti mendampingi. Atau sebaliknya, ke mana pun Alfamart membuka gerai, di situlah Indomaret mengikuti.

Nyaris, hampir di seluruh pelosok Negeri, dua kompatriot komersial berkonsep convenience store ini hadir.

Tak terkecuali di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian besar wilayahnya ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Bagaimana perseteruan mereka, berlanjutkah di ibu kota negara yang baru ini?

Baca juga: IKN Punya Transportasi Serba Canggih, Ini Harapan Provinsi Kaltim

Ternyata, dari penelusuran Kompas.com, Indomaret menang telak. Toko waralaba ini hadir lebih dulu dibanding Alfamart.

Bahkan, hingga artikel ini ditayangkan, Indomaret melenggang tak didampingi rival abadinya, melainkan dibersamai warung-warung Madura, warung kelontong Lamongan, dan kios-kios kecil milik warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Gerai ritel modern Indomaret telah hadir di lima lokasi. Bertambah satu dari empat sebelumnya pada Februari 2024 lalu.

Rinciannya, satu gerai di Desa Semoi, satu gerai di Desa Sukaraja, dan dua gerai di Kelurahan Sepaku, dan satu gerai di Bukit Raya Sepaku.

Kelima gerai tersebut terpantau dalam kondisi selalu ramai. Sejumlah pengunjung yang sebagian besar berseragam coverall dari beberapa perusahaan konstruksi pelat merah, tampak lalu lalang dalam gerai memilih makanan dan minuman ringan.

Bahkan, saat malam tiba, antrean panjang di depan kasir kerap terjadi. Para pengunjung saling bertegur sapa atau sekadar bertukar senyum.

Indomaret SemoiARIEF Indomaret Semoi
Satu yang paling menonjol adalah, di gerai-gerai Indomaret IKN ini tak ada juru parkir liar yang tiba-tiba nongol ketika konsumen datang berbelanja.

Tak hanya itu, keamanan juga merupakan unsur utama yang tidak didapatkan di Jakarta. Di gerai-gerai Indomaret IKN, motor atau kendaraan roda empat tetap aman tidak raib kendati kunci masih menempel di rumah kunci.

Warga pemilik bisnis kos-kosan yang juga perangkat Desa Bumi Harapan Sahari menuturkan, gerai ritel modern tersebut selalu ramai dikunjungi.

"Pembeli silih berganti datang. Mereka ada pekerja proyek IKN, warga sekitar, dan juga pendatang," ujar Sahari kepada Kompas.com.

Bahkan, Sahari mengaku, sering berbelanja di gerai tersebut untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam kemasan (AMDK), dan kopi sachet sebagai pelengkap unit-unit kosnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau