Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ramai diperbincangkan warganet di platform-platform media sosial terkait perseteruan abadi dua peritel Nasional, Indomaret dan Alfamart.
Pasalnya, di mana ada Indomaret, Alfamart pasti mendampingi. Atau sebaliknya, ke mana pun Alfamart membuka gerai, di situlah Indomaret mengikuti.
Nyaris, hampir di seluruh pelosok Negeri, dua kompatriot komersial berkonsep convenience store ini hadir.
Tak terkecuali di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian besar wilayahnya ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Bagaimana perseteruan mereka, berlanjutkah di ibu kota negara yang baru ini?
Baca juga: IKN Punya Transportasi Serba Canggih, Ini Harapan Provinsi Kaltim
Ternyata, dari penelusuran Kompas.com, Indomaret menang telak. Toko waralaba ini hadir lebih dulu dibanding Alfamart.
Bahkan, hingga artikel ini ditayangkan, Indomaret melenggang tak didampingi rival abadinya, melainkan dibersamai warung-warung Madura, warung kelontong Lamongan, dan kios-kios kecil milik warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Gerai ritel modern Indomaret telah hadir di lima lokasi. Bertambah satu dari empat sebelumnya pada Februari 2024 lalu.
Rinciannya, satu gerai di Desa Semoi, satu gerai di Desa Sukaraja, dan dua gerai di Kelurahan Sepaku, dan satu gerai di Bukit Raya Sepaku.
Kelima gerai tersebut terpantau dalam kondisi selalu ramai. Sejumlah pengunjung yang sebagian besar berseragam coverall dari beberapa perusahaan konstruksi pelat merah, tampak lalu lalang dalam gerai memilih makanan dan minuman ringan.
Bahkan, saat malam tiba, antrean panjang di depan kasir kerap terjadi. Para pengunjung saling bertegur sapa atau sekadar bertukar senyum.
Indomaret SemoiTak hanya itu, keamanan juga merupakan unsur utama yang tidak didapatkan di Jakarta. Di gerai-gerai Indomaret IKN, motor atau kendaraan roda empat tetap aman tidak raib kendati kunci masih menempel di rumah kunci.
Warga pemilik bisnis kos-kosan yang juga perangkat Desa Bumi Harapan Sahari menuturkan, gerai ritel modern tersebut selalu ramai dikunjungi.
"Pembeli silih berganti datang. Mereka ada pekerja proyek IKN, warga sekitar, dan juga pendatang," ujar Sahari kepada Kompas.com.
Bahkan, Sahari mengaku, sering berbelanja di gerai tersebut untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam kemasan (AMDK), dan kopi sachet sebagai pelengkap unit-unit kosnya.
Pendek kata, Sahari menegaskan, pembangunan IKN membawa berkah bagi warga, khususnya Kecamatan Sepaku.
Baca juga: Warlok Diundang ke Upacara HUT RI di IKN, Plaza Seremoni Difungsikan
Selain gerai ritel modern, Kecamatan Sepaku juga diramaikan oleh kehadiran rumah makan, kafe-kafe kekinian yang dilengkapi wifi, serta berdirinya hotel-hotel baru.
Sebut saja Mitra Pasundan, Forza Fino, dan penginapan-penginapan kelas melati lainnya dengan tarif melonjak jelang HUT ke-79 Republik Indonesia.
Demikian halnya dengan penginapan-penginapan yang dikelola secara tradisional oleh warga.
Tarif terendah adalah Rp 550.000 per malam untuk satu kamar tanpa pendingin udara dengan kamar mandi dalam.
Selama satu pekan, Kompas.com meliput antusiasme masyarakat terkait persiapan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Kabupaten PPU.
Kami berkesempatan menjalani hari di IKN dengan beragam aktivitas. Mulai dari belanja aneka makanan dan minuman di Indomaret, bercengkerama dan mengunggah artikel di kafe Rexton demi akses internet cepat, makan siang di RM Padang Simpang Tigo, dan bermalam di penginapan berbeda.
Betapa IKN telah mengubah rona wajah sebuah kota...
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang