Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dishub Balikpapan dan Bank Mandiri Luncurkan Sistem Pembayaran Elektronik BCT

Kompas.com, 2 Agustus 2024, 09:50 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kota Balikpapan dan Bank Mandiri Area Balikpapan bekerja sama dalam mendukung kesuksesan transportasi publik yang aman, nyaman, dan modern dengan skema Buy The Service, Balikpapan City Trans (BCT).

Hal ini ditandai dengan peluncuran perdana uang elektronik pra-bayar (prepaid) sebagai bagian dari program elektronifikasi sistem pembayaran sarana Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman (TEMAN) bus yang dinamakan Balikpapan City Trans (BCT), di Balikpapan, Jumat (2/8/2024).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra menuturkan, kerjasama ini merupakan tindak lanjut uji coba BCT yang kembali dilakukan setelah sempat vakum selama dua pekan.

Baca juga: Bus BCT Kembali Beroperasi 1-20 Agustus, Penumpang Wajib Gunakan E-Money

"Sistem pembayaran elektronik ini memudahkan pengguna jasa bus BCT. Kendati masih dalam rangka uji coba, namun penumpang wajib melakukan tapping uang elektronik ketika naik bus," tutur Edo, sapaan akrabnya.

Selama masa uji coba, tarif BCT belum berlaku alias gratis. Dengan demikian, meski penumpang melakukan tapping, namun saldo yang terdapat dalam uang elektronik tidak akan berkurang.

"Hal ini sekaligus sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi yang kami lakukan secara simultan, guna mengetahui keinginan untuk membayar atau willingness to pay (WTP), dan kemampuan untuk membayar atau ability to pay (ATP)," tambah Edo.

Sementara itu, Area Head Bank Mandiri Balikpapan Rachmad Priyatna menjelaskan, sejatinya elektronifikasi sistem pembayaran ini sudah diterapkan di sejumlah fasilitas publik seperti Bandara SAMS Sepinggan, dan Balikpapan Super Block (BSB).

Baca juga: Balikpapan Potensial Jadi Metropolitan, HIPMI Harus Tangkap Peluang IKN

"Saat ini kami baru luncurkan 150 pieces untuk uang elektronik edisi BCT dan kami akan rilis ke depannya sebanyak 1.000 pieces," jelas Area Head Mandiri Kanto Cabang Balikpapan, Rachmad Priyatna.

Uang elektronik ini bergambar bus BCT lengkap dengan logo Pemkot Balikpapan, Teman BUS dan logo Bank Mandiri.

Masyarakat dapat membeli uang elektronik ini seharga Rp 27.500, dan dapat mengisi ulang di mana pun, termasuk mini market, ATM, atau tempat-tempat komersial lainnya.

"Jadi ini perluasan elektronifikasi transaksi. Kami melihat populasi peredaran kartu uang elektronik semakin meningkat. Dan uang elektronik Bank Mandiri (e-money) menguasai 70 persen uang elektronik yang beredar di Balikpapan," tuntas Rachmad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau