Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Otonom Tanpa Rel Buatan China Tiba di IKN, Uji Coba hingga 9 Agustus

Kompas.com, 4 Agustus 2024, 18:03 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Rangkaian kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan BUMN China CRRC Sifang telah tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (3/8/2024).

Trem otonom yang mencakup sekaligus tiga gerbong tersebut sudah diturunkan dari kendaraan pengangkut dan ditempatkan di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat IKN untuk kemudian menjalani uji coba internal pada Senin (5/8/2024).

Tampak livery berwarna emas yang diadopsi dari pohon hayat sebagai logo IKN menjadi ornamen yang menghias tubuh kereta. 

Baca juga: Sidang Kabinet Paripurna Perdana di IKN, 14 Rumah Dinas Menteri Disiapkan

Terdapat pula sepasang persona perempuan dan laki-laki yang mengenakan baju adat tradisional dayak pada eksterior kereta yang didominasi warna silver dengan aksen garis biru.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang SDM dan Kehumasan Adita Irawati mengatakan, uji coba dan uji kelayakan internal akan dilakukan hingga tanggal 9 Agustus 2024.

"Iya uji coba internal dulu. Kira-kira sampai tanggal segitu (9/8/2024)," ujar Adita kepada Kompas.com, Minggu (4/8/2024).

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN (OIKN) Tonny Agus Setiono menambahkan, uji coba internal trem otonom CRRC Sifang ini akan dilakukan secara bersamaan dengan uji kelayakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Raksasa Jepang Sojitz Corporation Minat Investasi Properti di IKN

"Persiapan dan pelaksanaan pemeriksaan bersama yang mencakup sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) trem otonom dilakukan bersamaan dengan uji coba tersebut," urai Tonny.

Sementara itu, trem otonom pabrikan Norinco masih menunggu lampu hijau untuk mengaspal di IKN. Dalam pengadaan train set ini, Norinco bekerja sama dengan CRRC Zhuzhou Co. Ltd.

Rangkaian kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan BUMN China CRRC Sifang telah tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (3/8/2024).OIKN Rangkaian kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan BUMN China CRRC Sifang telah tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (3/8/2024).
Sebelumnya, saat meninjau kereta otonom Norinco di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, rencana pelaksanaan showcase alias unjuk kerja trem otonom akan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024.

“Saya berharap semua proses ini dapat berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, trem otonom sudah bisa beroperasi di IKN pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti, sesuai arahan Presiden,” terang Menhub.

Menhub juga menyampaikan, operasional trem otonom di IKN tahap awal akan berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) bagi peserta upacara Hari Kemerdekaan RI.

Baca juga: Basuki Belum Izinkan Jokowi Minum Air Keran di IKN, Mengapa?

Moda transportasi ini akan beroperasi di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur IKN dengan kecepatan jelajah 40 kilometer per jam.

Dia berharap trem otonom ini bisa menjadi salah satu ikon transportasi cerdas di kawasan IKN, dan dapat diaplikasikan di kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, hingga Medan.

Satu trainset trem otonom yang akan beroperasi di IKN memiliki tiga gerbong (cars) berkapasitas maksimal 302 penumpang. Trem otonom ini akan beroperasi searah jarum jam, dengan headway sekitar 5 menit.

Kementerian PUPR tengah membangun halte untuk menunjang operasional trem otonom.

Baca juga: Di Mana Para Peserta Upacara HUT RI IKN Menginap?

Halte-halte ini tak hanya berguna sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, tapi juga akan berfungsi sebagai tempat melakukan pengisian ulang daya.

Sebagai informasi, trem otonom merupakan lompatan penggunaan teknologi baru dalam dunia transportasi di Indonesia, yakni kereta tanpa rel.

Trem otonom dioperasikan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet, sehingga kendaraan ini ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau