Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalahkan Jakarta, Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXX, Cetak 579 Poin

Kompas.com, 16 September 2024, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kalimantan Timur (Kaltim) tampil sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-XXX, di Samarinda, dengan 579 poin.

Tampilnya Kaltim sebagai pemenang pertama berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQN XXX Tahun 2024 Nomoe 05/Kep.DH/MTQN-XXX/2024 tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat Provinsi MTQN XXX Tahun 2024 di Provinsi Kaltim.

Kaltim unggul dari Jakarta yang meraih 478 poin, Jawa Timur dengan 275 poin, dan Jawa Barat dengan 146 poin.

Pengumuman juara umum ini bersamaan dengan penutupan perhelatan MTQN pada Minggu (15/9/2024).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusian dan Kebudayan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, acara ini bukan hanya menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga sebagai cermin dedikasi kita untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Baca juga: Jokowi Buka MTQ Nasional Ke-30, Istimewa dan Sarat Inovasi Digital

Kaltim, sebagai tempat dilaksanakannya MTQ Nasional ke-XXX ini, tidak hanya menjadi tuan rumah yang penuh sejarah, namun juga menjadi simbol penting bagi masa depan bangsa.

Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di dekat wilayah ini akan menjadi pusat baru peradaban Indonesia.

"Penyelenggaraan MTQN di Samarinda ini selaras dengan semangat membangun IKN, di mana nilai-nilai Qur'ani menjadi bagian integral dalam menciptakan peradaban yang bermartabat dan berlandaskan pada akhlak mulia," ujar Muhadjir.

Dengan membangun IKN, Indonesia tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur moral dan spiritual.

Semangat cinta Al-Qur'an yang dipupuk melalui MTQN ini diharapkan dapat menginspirasi pembangunan IKN yang modern dan berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan yang luhur.

Muhadjir menambahkan, penyelenggaraan MTQN ini juga sebagai salah satu upaya nyata dalam membangun karakter dan moral bangsa, terutama di kalangan generasi muda.

Melalui ajang ini, generasi penerus dididik untuk memiliki kecintaan pada Al-Qur’an yang akan menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.

Baca juga: Kalimantan Timur Gelar MTQ Nasional 2024, Diikuti 1.998 Peserta

Setidaknya ada lima fungsi penting Al-Qur’an yang patut direfleksikan dan teguhkan bersama pada momen penutupan MTQN ini.

Pertama, Al-Qur'an adalah sumber petunjuk hidup yang mengajarkan akidah, ibadah, akhlak, dan hukum. Ia menjadi pembeda yang jelas antara yang haq dan yang batil, memberikan panduan yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kedua, Al-Qur'an juga menjadi pendorong bagi ilmu pengetahuan dan peradaban. Melalui wahyu Al-Qur'an, umat Islam didorong untuk selalu belajar, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan umat manusia.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau