Penulis
Ada 12 anak tangga sebagai akses masuk menuju selasar Istana Negara. Lantai Istana Negara terbuat dari marmer, parket, dan bahan jenis homogenous tile (HT).
Pada bagian lobi Istana Negara, lantai adalah marmer hijau Juparana dan pelapis lantai produk lokal didatangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Hingga 30 September, Jumlah Kunjungan ke IKN Tembus 23.000 Orang
Bagian dinding Istana Negara IKN berlapis beton setebal 20 sentimeter dipadu lapisan kayu jati ukir karya seniman asal Pulau Jawa dan Bali dengan kemampuan teknik ukir (craftmanship) tingkat tinggi.
Pada bagian dinding, terdapat ornamen artwork dan cat tekstur. Keindahan juga terpancar dari plafon Istana Negara IKN yang menggunakan gipsum, kayu solid, veneer, ukiran kayu dan tembaga.
Sebagian pintu pada bangunan ini menggunakan material kayu jati solid, dan sebagian lagi adalah pintu terbuat dari bahan anti-peluru serta pintu besi.
Sedangkan pelapis jendela merupakan kaca yang menyerap sinar matahari dan antipeluru.
Istana Negara IKN mencakup 11 ruang termasuk Ruang Jamuan, Ruang Kegiatan Resmi, Ruang Kredensial, dan Ruang Bendera Pusaka yang difungsikan lebih dulu ketika Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2024 di IKN.
Tujuh ruang lainnya adalah Plaza Tamu Agung, Teras atau Lobi Depan, Prefunction, Ruang Audiensi, Ruang Jamuan Ibu Negara, Ruang Tunggu VVIP, dan Ruang Rapat.
Sedangkan bagian atap Istana Negara berdesain roof garden dengan lanskap dirancang bagi 40 persen tanaman endemik dan 60 persen non-endemik.
Istana Garuda berciri khas patung burung garuda raksasa tengah membentangkan sayap. mengandung filosofi untuk melindungi bangsa Indonesia.
Bobot patung garuda seberat total 1.398,3 ton dengan material kuningan, tembaga, galvalum yang meliputi 4.650 bilah baja antikorosi buatan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Bentang sayap burung mencapai 177 meter dan tinggi sayap 77 meter. Secara keseluruhan, Istana Garuda menggambarkan keindahan, kemandirian, dan kewibawaan pemimpin bangsa.
Tepat di bagian tengah patung terdapat bagian kepala dengan tatapan mata ke depan. Artinya, IKN merupakan sentra Indonesia dan bukan lagi Pulau Jawa sentris.
Istana Garuda merupakan satu dari bagian Istana Kepresidenan Nusantara yang akan dibangun di lahan seluas 55,7 hektar dengan luas tapak 334.200 meter persegi.
Baca juga: Rusun ASN Skema KPBU di IKN Groundbreaking 2025, Diikuti 3 Perusahaan
Istana Garuda dirancang sebagai “sesosok rumah” yang berasosiasi pada burung Garuda. Tidak hanya berhenti pada tengara sebuah kawasan, tetapi lebih sebagai perwujudan pencapaian sinergi antara seni, sains, dan teknologi.
Perpaduan ketiganya selalu mewarnai keberadaan bangunan-bangunan ikonik di seluruh dunia.
Desain Istana Garuda akan benar-benar ditransformasikan dan diwujudkan dalam sebentuk pola arsitektur dengan mempertimbangkan aspek-aspek estetik, nilai guna, serta manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata Tanah Air.
Burung Garuda menjadi desain karena kaitannya yang sangat erat dengan Indonesia dengan berbagai perbedaan, segala silang pandang, segala keragaman adat istiadat dan perilaku, dan perbedaan kepercayaan dan agama.
Garuda merupakan simbol persatuan. Apalagi garuda juga menjadi bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang