Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penampakan Asrama Timnas PSSI di IKN, Gunakan Teknologi Modular

Kompas.com, 1 Oktober 2024, 20:22 WIB
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Asrama atau dormitory sebagai bagian dari pembangunan Pusat Pelatihan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN), tengah dibangun pemerintah.

Dormitory ini akan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi para pemain Timnas selama mengikuti pemusatan pelatihan di IKN.


Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan dormitory pemain Timnas merupakan salah satu hal penting dalam pemusatan pelatihan.

Untuk itu, Kementerian PUPR terus berupaya membangun dormitory pemain Timnas dengan menggunakan teknologi konstruksi terbaru.

Baca juga: Konstruksi Secepat Kilat, Rusun Polri-BIN di IKN Raih 3 Rekor Tercepat

"Kami mengimplementasikan teknologi modular volumetric dalam pembangunan dormitory pemain Timnas PSSI di IKN. Pembangunannya dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan APG," ujar Iwan dikutip dari laman Ditjen Perumahan, Selasa (1/10/2024).

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebagai informasi, sebelumnya di Pusat Pelatihan PSSI di IKN sudah dibangun dua dormitory yang didukung oleh FIFA.

Selanjutnya Kementerian PUPR dan PSSI juga membangun dua dormitory bersebelahan dengan dormitory yang ada.

"Saya lihat dormitory 1 dan 2 yang dibangun dengan dana FIFA saat ini bersolek dan menyeleraskan mengikuti desain Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR," ucap Iwan.

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ada pun dormitory yang dibangun Kementerian PUPR sebanyak dua tower setinggi dua lantai.

Total kamar yang tersedia sebanyak 41 unit yang berisi sekitar 69 tempat tidur baik untuk pemain, official, hingga pelatih.

"Di dalam unit hunian juga tersedia meubelair tempat tidur, kasur dan bantal lemari pakaian serta kamar mandi di dalamnya," katanya.

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu, pihaknya juga membangun embung seperti embung MBH dekat Istana Garuda yang memiliki fungsi sebagai konservasi, serta membangun jogging track untuk lari dengan lintasan yang cukup menarik.

"Di dekat Pusat Pelatihan PSSI juga telah dibangun Rumah Sakit Mayapada sebagai tempat rujukan," tandasnya.

Dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bakal Diresmikan Jokowi dan Presiden FIFA

Iwan juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA), Gianni Infantino berencana datang pada pertengahan Oktober untuk meresmikan Pusat Pelatihan Timnas PSSI di IKN.

"Setelah memastikan tiket ke Piala Asia U-20 2025 di China, Timnas Indonesia U-20 bakal menjalani latihan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur," imbuhnya.

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan bakal menjalani latihan di tempat baru yang rencananya menjadi markas Skuad Garuda pada masa depan.

"Nantinya Timnas Indonesia U-20 yang telah memastikan tiket ke Piala Asia U-20 2025 di China akan menggunakan dormitory yang dibangun Kementerian PUPR. Mungkin juga para Timnas Legend Indonesia juga bisa hadir dan melihat Pusat Pelatihan PSSI ini," terangnya.

Pembangunan Dormitory Pusat pelatihan Timnas Sepak Bola yang dilaksanakan di IKN berhasil mencetak Rekor Museum Dunia-Indonesia (MURI). Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Pembangunan Dormitory Pusat pelatihan Timnas Sepak Bola yang dilaksanakan di IKN berhasil mencetak Rekor Museum Dunia-Indonesia (MURI).

Sabet Rekor Muri

Pembangunan Pusat Pelatihan Timnas Sepak Bola di IKN berhasil mencetak Rekor Museum Dunia-Indonesia (Muri).

Hal itu dikarenakan Kementerian PUPR menggunakan sistem modular dalam pembangunan dormitory.

Iwan menjelaskan, Rekor Muriini menunjukkan bahwa tenaga kerja di sektor konstruksi Indonesia mampu membangun infrastruktur yang berkualitas dan diakui.

Selain itu, adanya Pusat Pelatihan Timnas di IKN juga membuka kesempatan untuk membangun sesuatu dengan teknologi inovasi diakui dan manfaatnya bukan hanya nasional tapi juga mampu menggemakan bangsa Indonesia ke dunia internasional.

"Rekor Muri ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami ucapkan selamat buat PT Adhi Karya dan APG serta jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Ibu Kota Nusantara dan diharapkan terus bersemangat dan berinovasi dalam membangun IKN," tuturnya.

Baca juga: Plaza Seremoni dan Istana Garuda, 2 Destinasi Kunjungan Favorit di IKN

Senior Customer Relation Manager Muri Andre Purwandono mengungkapkan, suatu kehormatan MURI kembali hadir di IKN guna mencatatkan berbagai Rekor dalam pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, Rekor Murikali ini sangat spesial karena Rekor yang dicatat adalah Rekor abadi, karena merupakan kategori yang pertama yang otomatis tidak bisa dipecahkan oleh pihak manapun.

"Rekor Muri kali ini adalah Pembangunan Pusat Pelatihan Pertama Dengan Sistem Modular. Kami harap dengan kegiatan ini semua pihak saling bersinergi dan mendukung kemajuan sepak bola Indonesia dan PSSI terus maju di masa mendatang serta Timnas Sepak Bola bisa melaju ke Piala Dunia dan meraih prestasi juara di Kompetisi Internasional," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau