Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kangkung dan Bayam Bikin Kota Penyangga IKN Kembali Alami Inflasi

Kompas.com, 3 Oktober 2024, 21:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Komoditas kangkung dan bayam berkontribusi besar terhadap inflasi Balikpapan, Kalimantan Timur, sepanjang September 2024.

Selain sayuran, udang basah, dan ikan layang juga menjadi penyumbang utama inflasi yang tercatat mencapai 0,10 persen secara bulanan.

Kenaikan harga pada komoditas bayam, kangkung, dan sawi disebakan oleh pasokan yang menurun akibat curah hujan tinggi sehingga terjadi gagal panen yang memengaruhi kelancaran distribusi.

Sementara itu, kenaikan harga pada komoditas udang basah dikarenakan tutunnya pasokan akibat cuaca yang kurang baik.

Baca juga: Lampaui Target, Balikpapan Fest 2024 Raup 30.000 Pengunjung

Adapun kenaikan harga ikan layang, juga karena pasokan menurun akibat cuaca dan angin kencang sehingga membatasi aktivitas nelayan.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga (deflasi) sehingga menahan inflasi lebih lanjut.

Antara lain cabai rawit, daging ayam ras, angkutan udara, bensin, dan bahan bakar rumah tangga.

Rinciannya, penurunan harga cabai rawit disebabkan oleh pasokan yang meningkat.

Sementara penurunan harga bensin dipicu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi oleh PT Pertamina secara Nasional per September 2024.

Sedangkan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan karena pasokan lancar seiring upaya dari pemerintah daerah melakukan operasi pasar.

Adapun penurunan harga pada komoditas daging ayam ras disebabkan mulai normalnya distribusi sehingga pasokan stabil.

Khusus penurunan harga angkutan udara disebabkan kembali normalnya permintaan tiket pasca rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta normalisasi frekuensi penerbangan oleh beberapa maskapai.

Baca juga: Balikpapan Fest 2024 Digelar, Bidik 20.000 Pengunjung dan Revenue Rp 4 Miliar

Bank Indonesia mencatat, meski Indeks Harga Konsumen (IHK) Balikpapan sebagai kota penyangga IKN mengalami inflasi, tetap dalam koridor terjaga.

Sebelumnya, Balikpapan mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut yakni Juli dan Agustus 2024.

Inflasi bulanan ini membuat level inflasi tahunan Kota Balikpapan menjadi sebesar 2,31 persen secara tahunan atau sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (1,84 persen secara tahunan) dan inflasi gabungan empat Kota di Provinsi Kalimantan Timur (2,16 persen secara tahunan).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau