Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasar dan Puskesmas Buat ASN yang Pindah ke IKN Mulai Dibangun

Kompas.com, 31 Oktober 2024, 23:18 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Infrastruktur dasar seperti sekolah, pasar, dan puskesmas di sekitar hunian aparatur sipil negara (ASN), di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dibangun.

Hal ini menyusul penandatanganan kerjasama dengan penyedia barang dan jasa dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (30/10/2024).

Kepala BPPW Kaltim Rozali Indra Saputra mengatakan, penandatanganan kontrak bersama penyedia jasa/barang ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur penting bagi hunian ASN di IKN.

Baca juga: Penjelasan Nusron soal 2.086 Hektar Lahan di IKN, Habis Masa HGU

Selain itu juga sebagai bentuk dari tindak lanjut terbitnya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) pada 22 Oktober 2024.

"Keberadaan sekolah, pasar dan puskesmas akan melengkapi fasilitas yang ada di Nusantara, meningkatkan kenyamanan dan mewujudkan prasarana yang memadai bagi masyarakat," ujar Indra.

Ia menambahkan, sekolah, pasar dan puskesmas merupakan satu-satunya dan pertama dibangun di KIPP IKN.

Untuk itu, BPPW Kaltim berkomitmen untuk terus berupaya menyediakan prasarana yang tepat mutu dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Akhir Desember 2024, Otorita Berkantor di IKN

Penyedia jasa yang membangun infrastruktur tersebut adalah PT Abipraya-SBS KSO dan Manajemen Konstruksi PT Adhicipta Engineering Consultant, PT LPPSLH Konsultan dan PT Bina Karya (Persero) KSO.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat semakin melengkapi fasilitas yang ada di IKN.

Serupa dengan infrastruktur lainnya yang telah lebih dulu dibangun, infrastruktur untuk ASN ini mengutamakan identitas Indonesia dalam arsitekturnya.

"Niat kita tetap mengandalkan identitas Indonesia, karena ini Nusantara. Ini tercermin di arsitektural bangunan. Ada beberapa arahan detail juga terkait utilitas yang harus modern," tutur Indra.

Baca juga: Otorita Beri Sinyal Ada Groundbreaking IKN Akhir Tahun 2024

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BPPW Kaltim terus berupaya menuntaskan paket-paket pekerjaan di IKN dengan segera, termasuk pembangunan sekolah, pasar, dan puskesmas ini.

Indra berharap semua pihak yang terlibat dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu. BPPW Kaltim akan terus mengawasi dan memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pembangunan infrastruktur di IKN sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim.

"IKN dirancang sebagai kota cerdas, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan," tuntas Indra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau