Penulis
"Pemanfaatan teknologi di House of Future juga membantu perusahaan meningkatkan efisiensi perusahaan, karena program ini berhasil menghemat biaya pelatihan karyawan hingga miliaran rupiah,” tambah Budi Wahju.
Dengan kehadiran House of Future, perusahaan dapat menekan risiko kerugian atas kegagalan operasi pabrik, yang dapat berpotensi penghematan hingga miliaran rupiah untuk pelatihan dan pengembangan karyawan.
Baca juga: IKN Magnet Baru di Kaltim, Dorong Investasi Tembus Rp 14,8 Triliun
Meski House of Future masih belum memiliki standar kompetensi atau sistem yang dapat menunjukkan tingkat pemahaman karyawan dalam sistem operator training simulator (OTS), perusahaan mengatasi hal ini dengan Operator Development Plan (ODP) yang sudah dibagi sesuai dengan level kemampuan.
Ke depannya, House of Future ingin menjadi pusat untuk pelatihan VR dan tur industri di sektor pupuk nasional, terutama urea, dengan efisiensi dan tingkat akurasi operasional pabrik yang tinggi.
Budi Wahju mengharapkan House of Future dapat menjadi mercusuar implementasi teknologi virtual reality dalam industri pupuk urea nasional.
"Dengan demikian, program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul dan juga produktivitas industri pupuk secara keseluruhan," tutup Soesilo.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.