Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkal Wabah HMPV, Bandara SAMS Sepinggan Akan Perketat Pengawasan

Kompas.com, 6 Januari 2025, 14:37 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, siaga mengantisipasi wabah human metapneumovirus (HMPV) dan Influenza A atau flu burung.

CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan mengungkapkan, Bandara SAMS Sepinggan akan selalu berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan.

Kendatipun pengawasan penyebaran penyakit menular merupakan tupoksi BKK Kelas I Balikpapan dan belum ada instruksi apa pun, namun pihaknya siap mendukung pencegahan.

"Hal ini karena salah satu entry point-nya di bandara," ujar Handy, Senin (6/1/2025).

Baca juga: Selama Nataru, Jumlah Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Naik 27 Persen

Handy memastikan, pengawasan tidak hanya dilakukan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, tapi juga semua bandara internasional.

"Semua bandara internasional akan memperketat pengawasan," lanjutnya.

Untuk itu, ia akan melakukan pantauan terus menerus, hari per hari terkait prosedur yang akan diterapkan.

"Kami akan support karena itu hal utama yang kami harus pastikan. Meskipun di garda depan ada tim eksternal di luar bandara," cetus Handy.

Bandara SAMS Sepinggan sendiri melayani sebanyak empat penerbangan internasional dengan rute Singapura.

Untuk diketahui, HMPV dan Influenza A adalah dua jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Meskipun keduanya dapat menyebabkan gejala yang mirip, namun memiliki karakteristik yang berbeda.

Baca juga: IKN Dikunjungi 7.300 Wisatawan Saat Momen Libur Natal

HMPV adalah jenis virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001. Virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala HMPV mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sesak napas, mual dan muntah (terutama pada bayi).

HMPV menyebar melalui tetesan air liur atau ingus saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Sementara Influenza A adalah jenis virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia, termasuk manusia.

Beberapa strain Influenza A, seperti H5N1, dapat menyebabkan penyakit yang parah dan bahkan kematian pada manusia.

Gejala Influenza A pada manusia mirip dengan flu biasa, namun seringkali lebih parah. Gejala yang umum meliputi demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem.

Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan pneumonia, gagal organ, dan kematian. 

Penyebaran Influenza A pada manusia biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan burung yang terinfeksi atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi oleh virus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau