Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, siaga mengantisipasi wabah human metapneumovirus (HMPV) dan Influenza A atau flu burung.
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan mengungkapkan, Bandara SAMS Sepinggan akan selalu berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan.
Kendatipun pengawasan penyebaran penyakit menular merupakan tupoksi BKK Kelas I Balikpapan dan belum ada instruksi apa pun, namun pihaknya siap mendukung pencegahan.
"Hal ini karena salah satu entry point-nya di bandara," ujar Handy, Senin (6/1/2025).
Baca juga: Selama Nataru, Jumlah Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Naik 27 Persen
Handy memastikan, pengawasan tidak hanya dilakukan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, tapi juga semua bandara internasional.
"Semua bandara internasional akan memperketat pengawasan," lanjutnya.
Untuk itu, ia akan melakukan pantauan terus menerus, hari per hari terkait prosedur yang akan diterapkan.
"Kami akan support karena itu hal utama yang kami harus pastikan. Meskipun di garda depan ada tim eksternal di luar bandara," cetus Handy.
Bandara SAMS Sepinggan sendiri melayani sebanyak empat penerbangan internasional dengan rute Singapura.
Untuk diketahui, HMPV dan Influenza A adalah dua jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
Meskipun keduanya dapat menyebabkan gejala yang mirip, namun memiliki karakteristik yang berbeda.
Baca juga: IKN Dikunjungi 7.300 Wisatawan Saat Momen Libur Natal
HMPV adalah jenis virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001. Virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala HMPV mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sesak napas, mual dan muntah (terutama pada bayi).
HMPV menyebar melalui tetesan air liur atau ingus saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Sementara Influenza A adalah jenis virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia, termasuk manusia.
Beberapa strain Influenza A, seperti H5N1, dapat menyebabkan penyakit yang parah dan bahkan kematian pada manusia.
Gejala Influenza A pada manusia mirip dengan flu biasa, namun seringkali lebih parah. Gejala yang umum meliputi demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem.
Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan pneumonia, gagal organ, dan kematian.
Penyebaran Influenza A pada manusia biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan burung yang terinfeksi atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi oleh virus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang