Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Perempuan Deputi, Kartini Pengawal Pembangunan IKN

Kompas.com, 21 April 2025, 05:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Mia menjabat sebagai Direktur Pembangunan Daerah di Kementerian PPN/Bappenas, di mana ia terlibat dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional.

Tugasnya di IKN sangat strategis, mencakup perumusan rencana induk, pemetaan tata ruang, pengelolaan tanah, dan koordinasi pemindahan pusat pemerintahan, termasuk ASN, TNI, dan Polri.

Baca juga: Pembangunan Istana Wapres di IKN Mencapai Progres 40 Persen

Mia, kelahiran Jakarta pada 18 Juni 1982, memiliki pengalaman panjang di Bappenas yang membuatnya akrab dengan isu tata ruang dan pertanahan, yang kini menjadi tantangan besar di IKN.

Salah satu isu krusial yang dihadapi Mia adalah pengelolaan tanah, termasuk ganti rugi dan relokasi masyarakat setempat, seperti suku Balik di Sepaku yang menolak perubahan nama kampung dan relokasi.

Dalam Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 1 Tahun 2022, tugasnya mencakup memastikan rencana induk IKN selaras dengan visi kota cerdas dan berkelanjutan, sembari menjaga hak masyarakat lokal.

Kiprahnya di IKN menjadi bukti bahwa perencanaan yang matang adalah tulang punggung pembangunan kota baru.

Tantangan dan Harapan

Pembangunan IKN bukan tanpa kritik. Aktivis lingkungan mengkhawatirkan dampak ekosistem, sementara masyarakat adat, seperti suku Balik, menuntut keadilan dalam pengelolaan tanah.

Myrna menjawab kekhawatiran ini dengan menegaskan bahwa IKN dirancang untuk memulihkan lingkungan yang telah rusak, dengan fokus pada penghijauan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Sementara itu, Mia berupaya menyelesaikan isu pertanahan dengan koordinasi intensif, memastikan hak masyarakat lokal tidak terabaikan.

Myrna Asnawati Safitri dan Mia Amalia adalah dua Kartini modern yang mengawal pembangunan IKN dengan keahlian dan visi jauh ke depan.

Myrna, dengan akar Kaltim dan kepakaran lingkungan, memastikan IKN tetap hijau dan tanggap bencana.

Mia, dengan pengalaman perencanaan nasional, merancang tata ruang yang mendukung kota cerdas dan inklusif.

Kiprah mereka tidak hanya mewujudkan IKN sebagai ibu kota baru, tetapi juga sebagai simbol peradaban baru yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau