Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kelola Dana Asing, Otorita IKN Genjot Kapasitas dan Profesionalisme

Kompas.com, 2 Mei 2025, 08:34 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah bersiap diri menggenjot kapasitas dan profesionalisme untuk mengelola dana asing.

Hal ini dimulai dengan menggandeng Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyelenggarakan kegiatan capacity building.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Otorita IKN menjadi instansi yang profesional dalam mengelola dana pembangunan dari pembiayaan internasional.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menuturkan, langkah ini dimulai dengan tata cara penyusunan dokumen usulan proyek yang berkualitas untuk Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) atau Blue Book.

Baca juga: Surat Pengunduran Diri Deputi Otorita IKN Belum Diteken Prabowo

Menurut Agung, dukungan yang kami terima dari lembaga-lembaga internasional seperti ADB dan AIIB menunjukkan bahwa visi IKN sebagai kota dunia untuk semua mendapat pengakuan global.

"Kami terus memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan dilandasi tata kelola pembiayaan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agung, Kamis (1/5/2025).

Hal ini untuk memastikan kesiapan administratif dan teknis para pegawai Otorita IKN dalam mengakses dan mengelola pembiayaan internasional.

Pasalnya, pembangunan IKN tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga diperkuat oleh kolaborasi global yang progresif.

Baca juga: Pelajaran Berharga dari Kegagalan Kereta Tanpa Rel China di IKN

"Komitmen ini menegaskan posisi IKN sebagai proyek strategis nasional yang terbuka, berkelanjutan, dan kolaboratif," tambah Agung.

Sebelumnya, Otorita IKN telah menerima dukungan bantuan teknis dan tenaga ahli senila Rp 75 miliar dari Asian Development Bank (ADB).

Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 5 Mei 2023 menjadi landasan kerja sama dalam Perencanaan Kota Hutan Netral Karbon untuk IKN.

Selain ADB, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) juga menunjukkan minat besar dalam mendukung pengembangan infrastruktur di IKN.

Baca juga: Serba Cerdas, MaaS Mudahkan Warga IKN Naik Transum Tanpa Ribet

Setelah pengajuan Letter of Interest pada 29 Agustus 2023, Presiden AIIB mengunjungi Jakarta dan mengadakan pertemuan bilateral pada 11 Maret 2025.

Pertemuan tersebut membuka potensi persetujuan pinjaman dari AIIB senilai sekitar 1 miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau