Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyegarkan Ingatan, Ini Daftar Konglomerat yang Terlibat di IKN

Kompas.com, 4 Mei 2025, 15:34 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur adalah proyek megah dengan estimasi biaya Rp 560 triliun (sekitar 35 miliar dolar AS) hingga selesai pada 2045.

Proyek ini melibatkan banyak konglomerasi Indonesia, baik dalam pembangunan infrastruktur, properti, maupun fasilitas pendukung, dengan skema Public Private Partnership (PPP).

Berikut adalah catatan Kompas.com yang dihimpun dari keterangan Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono, terkait konglomerasi utama yang terlibat.

Termasuk Sugianto Kusuma (Aguan) dari Agung Sedayu Group (ASG), yang sering disebut sebagai “naga properti", serta pemain besar lainnya.

1. Konsorsium Nusantara (Dipimpin oleh ASG):

Konsorsium ini menjadi salah satu pionir investasi swasta di IKN dan melibatkan sejumlah nama besar:

Baca juga: Titik Nol IKN Simbol Peradaban, BIG: Punya Makna Persatuan

Sebagai pemimpin konsorsium, ASG menggarap proyek Hotel Nusantara, sebuah hotel bintang lima dengan ratusan kamar.

Rencananya, mereka juga akan membangun pusat perbelanjaan (mal) berkonsep duty-free dan kebun raya (botanical garden) sebagai bagian dari CSR.

Salim Group (Anthony Salim) juga terlibat dalam konsorsium, namun detail proyek spesifik belum banyak dipublikasikan.

Sinarmas Group (Franky Widjaja), sama seperti Salim Group, Sinarmas menjadi bagian dari konsorsium dengan potensi investasi di berbagai sektor.

Pulau Intan (Pui Sudarto), juga merupakan anggota konsorsium, dengan potensi keterlibatan dalam proyek properti.

Grup Djarum (Budi Hartono), awalnya dikabarkan menjadi bagian konsorsium, namun ada indikasi perubahan rencana atau fokus investasi. Untuk Kebun Raya IKN, Djarum disebut akan turut terlibat.

Baca juga: Daftar Sekolah dan Kampus Bertaraf Global Bakal Hadir di IKN

Wings Group (William Katuari), sempat diisukan menarik diri, namun kemudian dikonfirmasi tetap berkomitmen dalam konsorsium. Wings Group juga disebut akan terlibat dalam pembangunan Kebun Raya IKN.

Adaro Group (Boy Tohir), bergabung dalam konsorsium, fokus investasi di sektor energi atau infrastruktur pendukung.

Barito Pacific (Prajogo Pangestu), salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, turut serta dalam konsorsium dengan potensi investasi besar.

Baca juga: Fitur Kota Cerdas IKN Digeber Sesuai Rencana Induk

Mulia Group (Eka Tjandranegara), dikenal dengan properti mewah, kemungkinan berinvestasi di sektor hunian atau komersial premium.

Grup Astra, melalui Yayasan Pendidikan Astra, mereka berencana merevitalisasi sekolah negeri di IKN. Astra juga disebut dalam konsorsium secara umum.

2. Perusahaan BUMN Karya

Sejumlah BUMN konstruksi juga memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur dasar dan gedung-gedung pemerintahan di IKN:

  • PT Adhi Karya Tbk (ADHI), mengerjakan berbagai proyek, termasuk pembangunan Training Center (TC) PSSI (bahkan meraih rekor MURI), Infrastruktur Pengendalian Banjir, dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku yang menghasilkan air bersih siap minum pertama di IKN. Hingga Februari 2025, ADHI dilaporkan menggarap 14 proyek di IKN.
  • PT PP (Persero) Tbk (PTPP), menjadi kontraktor utama pembangunan Bandara VVIP IKN, termasuk runway dan fasilitas pendukung lainnya. PTPP juga terlibat dalam pembangunan Istana Negara IKN dan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat.
  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), mendapatkan sejumlah kontrak, termasuk proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4. WIKA juga terlibat dalam pembangunan Istana Negara KSO dan dilaporkan menggarap tujuh proyek di IKN hingga Desember 2024.

3. Konglomerat dan Perusahaan Lainnya:

Selain konsorsium dan BUMN Karya, beberapa nama lain juga menunjukkan keterlibatan:

  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), bergabung dalam investasi IKN tahap 6, menggandeng Yayasan Al-Azhar untuk membangun pusat pendidikan.
  • PT Intiland Development Tbk, membangun mixed use, perumahan landed, lapangan golf
  • Bakrie Group, bekerja sama dengan Pertamina membangun Pusat Riset Energi Berkelanjutan (Nusantara Sustainability Hub).
  • PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), menyatakan komitmen untuk membangun kompleks hunian di IKN.
  • RS Abdi Waluyo, membangun rumah sakit di IKN.
  • RS Hermina, juga membangun fasilitas rumah sakit (telah beroperasi)
  • Mayapada Hospital, berinvestasi membangun rumah sakit (telah beroperasi)
  • PT Indonesia Kubika Nasional, membangun hotel Qubika Nusantara (telah beroperasi)
  • PT Pakuwon Jati Tbk, beerencana membangun proyek mixed-use yang mencakup pusat perbelanjaan, hunian, dan hotel.
  • JIS (Jakarta Intercultural School), membangun sekolah internasional Nusantara Intercultural School
  • AQUA: Berencana membangun miniatur hutan tropis.
  • Bluebird: Menyediakan layanan transportasi hijau.
  • Boy Thohir, membangun Taman Safari Nusantara
  • Arsari Group, membangun Pulau Suaka Orangutan

4. Regulator dan Perbankan dalam Mini Financial District

Bank Indonesia (BI): Sebagai bank sentral, BI memiliki peran krusial dalam pengembangan sistem keuangan di IKN.

Kantor ini diharapkan menjadi pusat koordinasi kebijakan moneter dan sistem pembayaran di IKN, serta mendukung pengembangan ekonomi digital. Kehadiran BI menjadi jangkar penting bagi pembangunan pusat keuangan di IKN.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai regulator sektor keuangan, OJK juga memiliki peran vital. Kehadiran OJK akan memastikan stabilitas dan integritas sektor keuangan di IKN, serta memberikan kepastian regulasi bagi lembaga keuangan yang beroperasi di sana.

Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara)

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Bank Mandiri menjadi salah satu bank BUMN yang paling aktif dalam menyampaikan rencana pembangunan kantor di IKN.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): BRI juga menunjukkan komitmen untuk memperluas jangkauannya ke IKN.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): BNI juga termasuk dalam kelompok Himbara yang berkomitmen membangun infrastruktur perbankan di IKN.
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN): BTN, dengan fokus pada pembiayaan perumahan, juga akan berperan penting dalam mendukung penyediaan hunian di IKN dan akan membangun kantor cabangnya di sana.
  • PT Bank Kaltimtara: juga berkomitmen untuk beroperasi di IKN
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau