Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Global City for All, Peluang Indonesia Pimpin Inovasi Dunia

Kompas.com, 19 Mei 2025, 09:41 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah semangat pagi yang menyelimuti ruang virtual Apel Pagi Rutin Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah visi besar kembali digaungkan.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik sebuah ibu kota baru, IKN hadir sebagai representasi transformasi bangsa, sebuah lompatan menuju masa depan yang hijau, cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Momen ini bukan hanya rutinitas, melainkan kesempatan emas untuk merenungkan dan menyatukan tekad dalam mewujudkan mimpi Indonesia yang lebih baik dan menginspirasi dunia.

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi yang memimpin apel pagi, menekankan bahwa tugas membangun IKN jauh melampaui sekadar mendirikan bangunan dan infrastruktur.

Baca juga: Segitiga Emas IKN, Balikpapan, dan Samarinda Siap Rebut Takhta Jakarta

IKN adalah perwujudan visi tentang kota masa depan yang mengedepankan lima prinsip krusial: hijau, cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Ini adalah tentang mentransformasi bangsa, menanamkan nilai-nilai baru, dan menunjukkan kepada dunia bagaimana hidup secara lebih baik dan bertanggung jawab," tegas Ale, Senin (19/5/2025).

Ale melanjutkan, di era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat, pemanfaatan inovasi menjadi tulang punggung pembangunan IKN.

Keputusan strategis saat ini akan menentukan arah masa depan bangsa. Peran IKN sebagai "Global City for All" dalam Rencana Induk adalah katalisator penting untuk perkembangan inovasi dan pengetahuan global.

Ini adalah kesempatan langka untuk mempelajari dan menerapkan pembangunan berkelanjutan, teknologi ramah lingkungan, dan ekonomi yang seimbang dengan pelestarian alam.

Adaptasi, pembelajaran berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas diri menjadi kunci transformasi budaya di IKN.

Semangat Kebangkitan Nasional di Era Digital

Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 (20 Mei 2025), semangat Budi Utomo untuk meningkatkan pendidikan dan kesadaran nasional kembali relevan.

Perjuangan bangsa kini bertransformasi ke ranah diplomasi dan intelektual, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi.

Ale mengatakan, kecerdasan buatan, komputasi awan, dan pembayaran digital bukan lagi wacana masa depan, melainkan realitas sehari-hari.

Baca juga: Ketika Basuki Banting Setir Jadi Marketing IKN, Jual Tanah Harga Spesial

Penerapan teknologi di IKN, mulai dari smart grid hingga transportasi cerdas dan layanan digital, mendemonstrasikan bagaimana inovasi menjembatani pembangunan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

"Semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi menjadi semakin penting dalam menghadapi perubahan zaman," cetusnya.

Menurutnya, keberhasilan transformasi IKN tidak hanya bergantung pada teknologi dan regulasi, tetapi pada kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik (hardware) dan teknologi (software), tetapi juga pada peningkatan kapasitas SDM (brainware).

Hakikat pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama.

Komitmen, Kerja Sama, dan Peluang Langka

Ambis besar ini hanya dapat terwujud melalui komitmen, disiplin, dan kerja sama yang kuat. Setiap tugas adalah peluang untuk belajar dan berinovasi.

Tidak ada ruang untuk takut mencoba hal baru atau mengusulkan gagasan segar. Di IKN, setiap individu adalah bagian dari tim yang sedang mengukir sejarah masa depan bangsa.

"Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa kebangkitan adalah semangat yang terus hidup: semangat belajar, keberanian mencoba, dan keinginan berinovasi," tuntas Ale.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau