Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 Mei 2025, 15:06 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memaparkan potensi investasi properti yang menggiurkan di wilayahnya, terutama di sekitar Ibu kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi sorotan nasional.

Rudy dengan bangga menyebut IKN sebagai "etalase Indonesia". Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN terus berjalan sesuai rencana, dan paling lambat tahun 2028, seluruh aktivitas pemerintahan negara akan resmi berpindah ke ibu kota baru ini.

Saat ini, fokus pembangunan tertuju pada kawasan legislatif dan yudikatif, sementara gedung-gedung eksekutif dan kementerian sudah rampung pembangunannya.

Baca juga: Otorita Gelar Karpet Merah buat Pengembang REI Investasi di IKN

Kabar baik lainnya yang diungkapkan Rudy adalah akses menuju IKN yang semakin cepat.

"Waktu tempuh dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju IKN saat ini maksimal hanya 50 menit. Bahkan, pada awal tahun 2026, waktu tempuh akan terpangkas menjadi sekitar 30 menit saja," ujar Rudy, di hadapan ribuan pengembang REI, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (15/5/2025).

Hal ini dimungkinkan dengan pembangunan Jalan Tol IKN yang terus mengalami akselerasi, terutama Seksi 1 yang meaghubungkan Bandara Sepinggan Balikpapan dengan IKN.

Lebih lanjut, Rudy memastikan IKN telah didukung oleh infrastruktur yang memadai. Saat ini, IKN dapat diakses melalui tiga bandara sekaligus: Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara APT Pranoto Samarinda, dan Bandara VVIP IKN.

Baca juga: Era Inklusif Dimulai, Masyarakat Umum Bakal Disediakan Rusun di IKN

Ke depannya, konektivitas IKN akan semakin meluas, menjangkau Kalimantan Tengah melalui Murung Raya dan Kalimantan Utara melalui Malinau.

"Ini potensi yang luar biasa, karena IKN akan terkoneksi ke seluruh provinsi di Kalimantan dan negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia," papar Rudy yang juga menjanjikan kemudahan perizinan bagi semua investor yang ingin berinvestasi di Kaltim, terutama di kawasan IKN.

Peluang Emas Investasi Properti

Sambutan hangat dan jaminan kemudahan investasi dari Pemerintah Provinsi Kaltim ini tentu menjadi angin segar bagi para pengembang REI.

Baca juga: 16 Lokasi Hidden Gem IKN: Peluang Investasi Emas yang Wajib Diketahui

IKN yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan baru dan memiliki konektivitas yang semakin baik, kawasan ini menawarkan peluang emas investasi properti yang sangat menjanjikan.

Momentum perayaan HUT ke-53 REI di Kalimantan Timur ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan pengembang dalam membangun masa depan properti Indonesia, dengan IKN sebagai salah satu primadonanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau