Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Mohammed Ali Berawi melakukan kunjungan kerja ke Saint Petersburg, Rusia, untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kota cerdas.
Kunjungan pada 11 Juni 2025 ini merupakan langkah strategis Otorita IKN dalam mewujudkan IKN sebagai kota global yang didukung oleh teknologi mutakhir dan inovasi berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Ale berkesempatan menyambangi Multifunctional Center (MFC), fasilitas pelayanan pemerintahan terbesar di Saint Petersburg.
Direktur MFC Maxim Alexandrov menjelaskan, fasilitas ini melayani lebih dari 250 jenis layanan pemerintah yang sebagian besar dapat diakses secara daring.
Baca juga: Punya PLTS 50 MW, Langkah Strategis IKN Menuju Kota Rendah Emisi
“Seluruhnya dapat diakses melalui layanan daring sehingga mengurangi kebutuhan untuk datang langsung kecuali untuk yang memerlukan verifikasi secara fisik," ujar Maxim dikutip Kompas.com, Jumat (20/6/2025).
Pendekatan ini memusatkan layanan pemerintah dalam satu fasilitas terpadu dan terintegrasi, yang tidak hanya mempermudah akses publik tetapi juga mengurangi kebutuhan kunjungan fisik.
MFC juga dilengkapi dengan pusat pelatihan, pembelajaran, dan amenitas publik, menunjukkan komitmen Saint Petersburg terhadap efisiensi dan kenyamanan warganya.
Aspek penting lain dari kota cerdas adalah keamanan. Direktur City Monitoring Center Saint Petersburg Roman Borisenko, menyambut delegasi Otorita IKN dan menunjukkan fasilitas keamanan kota.
Pusat ini mengintegrasikan layanan gawat darurat dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, medis, pemadam kebakaran, penanganan gas, pelayanan perkotaan, hingga anti-teror.
Baca juga: Sejarah Dimulai, Otorita dan BPS Sensus Seluruh Penduduk IKN
"Pusat tersebut menghubungkan layanan gawat darurat dari layanan kepolisian, medis, pemadam kebakaran, penanganan gas, pelayanan perkotaan, hingga anti-teror," jelas Roman.
Lebih dari 106.000 kamera CCTV terpasang, mengawasi hingga 60 persen kawasan kota.
Sudut taman di Kota St Petersburg Rusia, dilengkapi CCTVSelain itu, sistem emergency broadcast terintegrasi pada fasilitas publik, memungkinkan pesan darurat mencapai lebih dari 81 persen ruang kota.
Berbagai infrastruktur cerdas juga didemonstrasikan, mulai dari halte bus cerdas, lampu penerangan cerdas, hingga perangkat bangunan cerdas.
Kunjungan ini juga mencakup forum kolaborasi dengan Komite IT dan Komunikasi serta Komite Hubungan Eksternal Pemerintah Saint Petersburg.
Deputy Chairman dan Head of Information and Relations Pemerintah Saint Petersburg Viacheslav Kalganov, menjajaki kolaborasi untuk pengembangan Centre for Leadership & Advance Development sebagai bagian dari International Hub for Innovation and Technology Cooperation.
Baca juga: KPK Turun Gunung, Bedah Gratifikasi dan Benturan Kepentingan di IKN
"Melalui skema kolaborasi tersebut, memungkinkan adanya pertukaran teknologi serta pengembangan riset di bidang prioritas antara lain Robotika, Unmanned Aerial Vehicle atau Drone, dan Satelit," pungkas Kalganov.
Terkait hal ini, Ale menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kolaborasi internasional dalam pengembangan pengetahuan dan penguasaan teknologi.
"Inisiatif bertukar pengalaman dan pengembangan bersama menjadi salah satu ciri IKN sebagai kota global. Nantinya akan dijajaki melalui Nusantara Technology and Knowledge Hub yang saat ini sedang dibangun fasilitasnya di IKN," tambah Ale.
Inisiatif kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan IKN sebagai kota cerdas yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang