Penulis
Sebelumnya, taksi terbang ini tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Kamis, 9 Mei 2024.
Dirancang untuk mengudara dengan kecepatan 200 kilometer per jam, daya angkut muat 100 kilogram, dan terbang pada ketinggian 50-80 meter.
Otorita IKN mengupayakan komersialisasi taksi terbang ini sebagai mobilitas cerdas udara di IKN pada tahun 2029 mendatang.
Namun, untuk pengoperasian komersial secara penuh akan dilakukan setelah tahun 2030, karena memerlukan berbagai kajian termasuk teknologi, ekonomi, lingkungan, sosial, telaah hukum, dan infrastruktur.
Baca juga: Otorita IKN: Komersialisasi Taksi Terbang Perlu Kajian Lebih Lanjut
Ada harapan terbentuknya tim teknis antara Hyundai dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk pengembangan teknologi industri ini secara masif ke depannya.
Mohammed Ali Berawi, yang merupakan Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, merupakan tokoh sentral di balik suksesnya Proof of Concept (PoC) taksi terbang ini.
Secara umum, kabar taksi terbang Hyundai untuk IKN cukup positif, dengan adanya uji terbang yang sukses dan rencana komersialisasi di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang