Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Masuki Tahap II, Ekonomi Balikpapan-PPU Siap Ngebut di Tengah Turunnya Suku Bunga

Kompas.com, 24 Juni 2025, 08:35 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Mei 2025.

Lantas, bagaimana kondisi ini memengaruhi dinamika ekonomi Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), terutama di tengah berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Menurut Kepala BI Perwakilan Balikpapan Robi Ariadi, penurunan BI Rate adalah sinyal positif yang menunjukkan komitmen BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga inflasi rendah dan stabil di kisaran 2,5 persen ± 1 persen untuk tahun 2025 dan 2026, serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Baca juga: Financial Center IKN Dipercepat, BI: Fungsi Pembiayaan Paling Penting

Robi menjelaskan bahwa penurunan suku bunga simpanan (DPK) di perbankan akan terjadi secara bertahap, mengingat struktur simpanan seperti deposito memiliki jangka waktu tertentu. Setelah penyesuaian DPK, suku bunga kredit juga akan ikut menurun.

"Penurunan policy rate BI yang akan diikuti oleh menurunnya suku bunga kredit perbankan tentunya memberikan optimisme kepada pelaku usaha dengan potensi biaya dana yang akan semakin menurun," jelas Robi kepada Kompas.com, Senin (23/6/2025).

Hal ini berlaku untuk seluruh sektor usaha utama di Balikpapan dan PPU, menciptakan efek multiplier yang signifikan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Robi AriadiKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Robi Ariadi
Dominasi Ekonomi Balikpapan dan PPU

Robi mengungkapkan, struktur ekonomi kedua wilayah ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Balikpapan didominasi oleh Lapang Usaha (LU) Industri Pengolahan, khususnya Industri Minyak dan Gas (Kilang Pertamina), dengan pangsa lebih dari 50 persen. Penurunan biaya dana akan sangat menguntungkan sektor ini.

Sementara PPU didominasi ekonomi berasal dari LU Konstruksi, yang sangat terkait erat dengan aktivitas pembangunan IKN. Dengan biaya dana yang lebih rendah, proyek konstruksi di PPU akan lebih efisien.

Baca juga: Inflasi Dua Penyangga IKN Meningkat di Tengah Normalisasi Tarif Listrik

Pembangunan proyek IKN yang terus berlanjut pada Triwulan II 2025 juga memberikan daya ungkit signifikan.

Proyek yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) adalah kelanjutan dari proyek multiyears sebelumnya, dengan progres yang terus meningkat seiring pembukaan blokir anggaran.

Yang lebih signifikan, proyek yang diinisiasi oleh Otorita IKN pada akhir Triwulan II-2025 telah memasuki masa konstruksi setelah selesainya pelelangan.

Terjadi penambahan pagu proyek Otorita IKN secara drastis, dari Rp 5,1 triliun pada awal 2025 menjadi Rp 13,2 triliun, atau meningkat sebesar Rp 8,1 triliun.

Baca juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Positif 5-6 Persen

"Aktivitas pembangunan IKN yang terus berlanjut tentunya akan memberikan efek multiplier kepada lapangan usaha di PPU dan Balikpapan, sehingga akan terjadi peningkatan kinerja ekonomi Kabupaten PPU dan Balikpapan," tegas Robi.

Efek Berganda IKN: Lapangan Kerja, Investasi, dan UMKM Tumbuh Pesat

Robi optimistis, berlanjutnya pembangunan IKN akan menciptakan efek berganda yang signifikan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau