Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantai Manggar Segarasari, Penyumbang Pendapatan Balikpapan

Kompas.com, 20 Oktober 2025, 22:35 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah tekanan fiskal daerah akibat pemotongan dana transfer pusat dan kebergantungan historis pada sektor industri yang volatil, Balikpapan menemukan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang tak terduga, pariwisata.

Sektor pariwisata Balikpapan, yang selama ini sering terpinggirkan, kini menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan.

Alih-alih mengandalkan retribusi industri yang cenderung stagnan, wisata justru tampil sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang lebih stabil dan berbasis komunitas.

Baca juga: Balikpapan Bakal Sulap TPAS Manggar Jadi Sumber Energi Berbasis Sampah

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengonfirmasi tren positif ini.

"Hingga bulan Oktober 2025, realisasi PAD dari sektor wisata telah mencapai hampir 80 persen dari target tahunan Rp 7 miliar," ungkap Ratih kepada Kompas.com, Senin (20/10/2025).

Kontributor utama dari lonjakan pendapatan ini adalah Pantai Manggar Segarasari.

Pantai Manggar Segarasari merupakan satu-satunya objek wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah kota melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Pantai ini telah membukukan realisasi retribusi sekitar Rp 5,6 miliar. Lonjakan ini terjadi sejak pertengahan tahun, didorong oleh membaiknya cuaca, meningkatnya agenda komunitas, dan pulihnya aktivitas liburan pasca-pandemi.

Ruang Ekonomi Produktif

Disparpora Balikpapan tak hanya mengandalkan keindahan alam semata. Strategi pengelolaan Pantai Manggar Segarasari diarahkan pada model pariwisata berkelanjutan dengan penekanan pada dua pilar: fasilitas modern dan ekonomi lokal.

Pemerintah Kota Balikpapan telah memperkuat infrastruktur pantai, termasuk penataan toilet umum, area pertemuan, jalur pedestrian, amphitheater yang Instagrammable, hingga camping ground yang lebih tertata.

Baca juga: TPA Manggar Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah

Peningkatan ini bertujuan menjadikan Pantai Manggar tidak hanya indah, tetapi juga aman dan nyaman.

Aspek yang paling menarik adalah integrasi ekonomi warga sekitar. Menurut Ratih, setiap kegiatan, acara, atau festival yang digelar di Pantai ManggarSegarasari  wajib melibatkan pelaku usaha lokal.

Mereka menjadi tulang punggung penyedia kuliner, jasa sewa perlengkapan, hingga hiburan.

"Kalau masyarakat ikut tumbuh bersama pariwisata, PAD juga akan naik secara alami,” tegas Ratih.

Tantangan

Meskipun menunjukkan kinerja finansial yang cemerlang, Pantai Manggar Segarasari masih menghadapi sejumlah tantangan fisik dan operasional.

Terutama ancaman lingkungan yang memerlukan penanganan konservasi serius dan sinergi antar dinas teknis.

Baca juga: Libur Lebaran, Pantai Manggar Sumbang PAD Balikpapan Rp 800 Juta

Kemudian kepadatan jalan masuk, terutama pada akhir pekan dan libur panjang, menjadi isu yang harus segera ditata.

Untuk mengatasi ini, Disparpora telah bekerja sama dengan dinas terkait untuk penataan jalur dan penguatan pantai berbasis konservasi.

Selain itu, aspek keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama. Dua menara pengawas, lengkap dengan petugas Basarnas, kini disiagakan untuk menjamin keamanan pengunjung, khususnya anak-anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau