Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yonarmed 4 Gagalkan Penyelundupan Miras di Perbatasan RI-Malaysia Nunukan

Kompas.com, 19 Oktober 2025, 20:27 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali menjadi saksi bisu ketegasan prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan.

Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan, di bawah komando Letkol Arm Januar Idrus menggagalkan penyelundupan ratusan kaleng minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Operasi ini bermula dari informasi tim intelijen Satgas yang mencium adanya aktivitas mencurigakan di area perlintasan tidak resmi atau yang dikenal sebagai "jalur tikus" di sekitar Long Midang.

Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Beranda IKN Balikpapan Dimulai

Menindaklanjuti informasi tersebut, Danki SSK I Kapten Arm Hafid Bahtiar, segera membentuk tim ambush (penghadangan senyap) yang dipimpin oleh Serda D. Pratama Paksi. Tim bergerak cepat dan melakukan pengintaian di titik koordinat yang dicurigai.

Ketegangan mencapai puncaknya menjelang subuh. Tepat pukul 05.25 WITA pada Kamis (16/10/2025), tim melihat dua orang tak dikenal melintas sambil membawa barang bawaan besar dari arah perbatasan Malaysia.

Pelaku Lolos, Ratusan Miras Diamankan

Saat prajurit hendak melakukan penyergapan dan pengamanan, kedua pelaku dengan sigap melarikan diri.

Memanfaatkan jalur tidak resmi dan lebatnya hutan perbatasan, keduanya berhasil lolos dan menghilang ke wilayah hutan Malaysia.

Meskipun pelaku utama meloloskan diri, tim ambush berhasil mengamankan barang bukti kejahatan yang ditinggalkan:

Baca juga: BRIN Akui Klaim IKN Kekeringan Masih Riset Awal dari Citra Satelit

Tujuh plastik besar dan tiga dus mencurigakan. Total 240 kaleng miras ilegal berbagai merek, terdiri dari 72 kaleng Wattingre Beer dan 168 kaleng Anchor Beer.

Seluruh barang bukti telah diamankan di Pos Gabma Long Midang dan segera dilaporkan kepada Dansatgas untuk koordinasi lebih lanjut dengan aparat terkait, termasuk bea cukai dan kepolisian, demi mengusut jaringan penyelundup di balik operasi ini.

Dansatgas Pamtas RI–MLY Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel atas kesigapan dan kewaspadaan mereka dalam menjalankan tugas.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen Satgas Yonarmed 4/Parahyangan dalam menjaga perbatasan dan mencegah peredaran barang ilegal yang dapat merusak generasi bangsa,” tegas Dansatgas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau