Penulis
Dirancang mampu menampung hingga 61.000 jemaah secara keseluruhan, dengan struktur berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dan bangunan mencapai 61.596 meter persegi.
Baca juga: Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid
Kawasan ini dikelilingi oleh area retensi air (embung) sehingga masjid seolah terapung.
Berbeda dengan kubah setengah bola, atap Masjid Negara berbentuk lipatan-lipatan melingkar yang menyerupai surban.
Secara teknis, ini menggunakan material komposit yang ringan namun sangat kuat terhadap cuaca tropis Kalimantan.
Selain itu, terdapat Menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara, tetapi juga memiliki gardu pandang untuk melihat lanskap IKN.
Baca juga: Tahukah Anda, Separuh Populasi IKN adalah Generasi Muda?
Masjid Negara IKN dilengkapi fitur ramah lingkungan dengan sistem ventilasi alami yang memanfaatkan angin dari hutan sekitar.
Pemanfaatan pencahayaan alami dirancang secara maksimal melalui celah-celah geometris di atap, dan sistem pengolahan air wudhu untuk penyiraman taman (water recycling).
Fasilitas pendukung lainnya yakni ruang pertemuan, perpustakaan digital, serta area komersial UMKM yang terintegrasi dengan Plaza Edukasi Keagamaan.
2. Basilika Nusantara: Inklusivitas di KIPP
Basilika ini dibangun di kawasan yang berdekatan dengan tempat ibadah agama lain sebagai simbol moderasi beragama di pusat pemerintahan.
Basilika Nusantara dirancang untuk menampung sekitar 1.600 jemaat di dalam ruangan utama.
Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis saat Nataru, Otorita Siapkan Manajemen Lalu Lintas
Hingga Desember 2025, progres pembangunan telah mencapai 80,01 persen, dengan fokus pada pengerjaan interior dan pemasangan elemen dekoratif fasad.
Menggabungkan elemen arsitektur gereja klasik dengan sentuhan ornamen Nusantara, Basilika punya bentuk atap dan fasad yang selaras dengan konsep smart forest city, tidak kaku, dan memiliki banyak ruang terbuka hijau.
Baca juga: IKN Didominasi Gen Z dan Milenial, Basuki Cari Investor Padel hingga Bioskop
Di sisi lain, material batu alam dan kayu yang diolah secara industri juga digunakan, untuk memastikan daya tahan jangka panjang namun tetap memberikan kesan hangat dan menyatu dengan alam.
Secara teknis, kedua bangunan ini, bersama rumah ibadah agama lain yang sedang dibangun seperti pura, vihara, dan klenteng, diikat oleh satu infrastruktur pendukung yang sama.
Mengingat standar IKN yang sangat tinggi, kedua bangunan ini menggunakan struktur beton bertulang dan baja dengan spesifikasi tahan gempa sesuai standar bangunan monumental nasional.
Seluruhnya juga terhubung dengan jalur pedestrian dan transportasi publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang