Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekor 37.000 Pengunjung Padati IKN, Bukti Publik Antusias

Kompas.com, 28 Desember 2025, 15:21 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar menjadi primadona pariwisata baru di pengujung tahun 2025.

Seolah menjadi magnet, kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) mencatatkan rekor kunjungan fantastis.

Baca juga: IKN Jadi Primadona Wisata Nataru, Qubika Hotel Raup Okupansi 70 Persen

Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorite IKN, Alimuddin, tercatat sebanyak 37.000 orang membanjiri kawasan IKN dengan volume kendaraan mencapai 10.000 unit.

"Antusiasme ini bukan sekadar angka, melainkan representasi nyata dari kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap wajah baru pusat kepemerintahan yang mengusung konsep Forest City," uyar Alimuddin, kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2025).

Kawasan IKN dipadati kendaraan yang mencapai volume 10.000 unit pada Hari Natal, 25 Desember 2025.OIKN Kawasan IKN dipadati kendaraan yang mencapai volume 10.000 unit pada Hari Natal, 25 Desember 2025.
Menurut Alimuddin, fenomena membeludaknya pengunjung ini didorong oleh beberapa faktor.

Pertama, rasa penasaran publik terhadap progres fisik Istana Garuda dan Istana Negara yang kini sudah berdiri megah.

Baca juga: Sambut Tahun Baru di IKN, Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Kedua, momentum libur akhir tahun yang dimanfaatkan keluarga sebagai sarana wisata edukatif untuk melihat langsung bagaimana masa depan peradaban Indonesia dibangun.

Rasa penasaran publik terhadap progres fisik Istana Garuda dan Istana Negara yang kini sudah berdiri megah, menjadi faktor utama lonjakan kunjungan ke IKNOIKN Rasa penasaran publik terhadap progres fisik Istana Garuda dan Istana Negara yang kini sudah berdiri megah, menjadi faktor utama lonjakan kunjungan ke IKN
Kepadatan kendaraan yang mencapai 10.000 unit juga menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju IKN kian membaik, menarik wisatawan tidak hanya dari Kalimantan Timur, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia.

Visualisasi Infrastruktur Modern

Melalui rangkaian dokumentasi visual yang tertangkap kamera, terlihat jelas bagaimana IKN bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif.

Baca juga: Panduan Lengkap ke IKN Lewat Jalan Tol Gratis Sampai 4 Januari 2026

Salah satu momen paling hangat adalah kehadiran Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di tengah kerumunan. Dia tampak bercengkerama dan menggendong balita pengunjung.

Salah satu momen paling hangat adalah kehadiran Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di tengah kerumunan. Dia tampak bercengkerama dan menggendong balita pengunjung.
OIKN Salah satu momen paling hangat adalah kehadiran Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di tengah kerumunan. Dia tampak bercengkerama dan menggendong balita pengunjung.
Meskipun volume kendaraan mencapai 10.000 unit, tata kelola parkir di multistory parking dan sepanjang jalan utama tampak teratur.

Baca juga: Jumlah Kunjungan ke IKN 37.000 Orang Saat Natal 2025

Jalur pedestrian yang lebar memfasilitasi ribuan pejalan kaki dengan nyaman di tengah udara IKN.

Kehadiran gerai-gerai populer seperti Mixue dan Excelso yang dipadati antrean pengunjung membuktikan bahwa ekosistem ekonomi mikro sudah mulai berdenyut kencang di KIPP. IKN bukan lagi sekadar proyek konstruksi, melainkan kota yang sedang "hidup".

Kehadiran gerai-gerai populer seperti Mixue dan Excelso yang dipadati antrean pengunjung membuktikan bahwa ekosistem ekonomi mikro sudah mulai berdenyut kencang di KIPP IKN.OIKN Kehadiran gerai-gerai populer seperti Mixue dan Excelso yang dipadati antrean pengunjung membuktikan bahwa ekosistem ekonomi mikro sudah mulai berdenyut kencang di KIPP IKN.
Titik Ikonik 

Terdapat beberapa titik menjadi lokasi favorit bagi para pemburu konten digital. Kawasan Plaza Seremoni dengan latar belakang Istana Garuda yang megah menjadi spot wajib berswafoto (selfie).

Baca juga: Tol IKN Membeludak, Natal dan Haul Sekumpul Picu Kemacetan GT Manggar

Selain itu, desain bangunan perkantoran yang modern dengan sentuhan vertikal greenery menarik perhatian para pecinta arsitektur dan gaya hidup berkelanjutan.

Meskipun volume kendaraan mencapai 10.000 unit, tata kelola parkir di multistory parking dan sepanjang jalan utama KIPP, IKN, tampak teratur.OIKN Meskipun volume kendaraan mencapai 10.000 unit, tata kelola parkir di multistory parking dan sepanjang jalan utama KIPP, IKN, tampak teratur.
Di sore hari, jalanan IKN berubah menjadi ruang rekreasi keluarga. Terlihat anak-anak bermain sepatu roda di aspal yang mulus, sementara para orang tua menikmati hembusan angin di jalur hijau yang tertata rapi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau