Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Ayedh Dejem, Pengembang Dubai yang Kepincut IKN

Kompas.com, 24 Januari 2026, 23:06 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) baru saja mencatatkan sejarah baru dalam peta investasi internasionalnya.

Ayedh Dejem Group, pengembang properti dan investasi yang berkantor utama di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), resmi menancapkan taringnya di tanah Kalimantan.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Otorita IKN dan Ayedh Dejem Group, pada Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Akhirnya, Raksasa Properti Dubai Resmi Investasi Rp 4 Triliun di IKN

PKS ini menempatkan Ayedh Dejem sebagai perusahaan pertama dari kawasan Gulf Cooperation Council (GCC) yang melakukan ekspansi strategis ke ibu kota baru Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp 4 triliun. Fokus utamanya adalah membangun proyek mixed use  dengan fitur fasilitas penunjang gaya hidup seperti mal dan perkantoran, area komersial, serta masjid sebagai fasilitas spiritual.

Siapa Ayedh Dejem Group?

Bagi publik Indonesia, nama Ayedh Dejem mungkin terdengar baru. Tak seperti penguasa properti Dubai lainnya, macam Emaar Properties.

Namun di Jazirah Arab, grup ini adalah pemain kunci dalam pengembangan infrastruktur dan properti transformatif.

Dikutip dari laman resminya, Ayedh Dejem Group memiliki pengaruh kuat hingga ke Arab Saudi, dan Turkiye.

Baca juga: Konsultan Asing: IKN Berhasil jika Ekosistem Lingkungan-Ekonomi Hidup

Mereka mengeklaim diri bukan sekadar pengembang perumahan biasa, sebaliknya, berani menantang hal yang mustahil.

Mereka adalah entitas yang bergerak di lima lini utama: pengembangan real estat, manajemen aset, perhotelan (hospitality), investasi global, hingga tanggung jawab sosial perusahaan.

Chairman Ayedh Dejem Group, dalam catatan resminya, menekankan, perusahaan percaya bahwa visi bukan sekadar melihat masa depan, tetapi membentuknya.

"Dari awal yang sederhana hingga menjadi kekuatan yang terdiversifikasi, perjalanan kami dibangun atas integritas, ketangguhan, dan komitmen tanpa kompromi terhadap keunggulan," ujar Zed Ayedh.

Rekam Jejak Dari Dubai Hingga Riyadh

Kepercayaan diri grup ini untuk berinvestasi di IKN bukan tanpa modal. Portofolio mereka mencakup deretan bangunan prestisius di pusat-pusat bisnis dunia.

Di Dubai dan sejumlah kota UAE, mereka telah membangun Emaar Business Park (Building 2 & 4), Bay Square Office, Latifa Tower, dan Ghantoot Tower.

Baca juga: Tiga Karya Jadi Finalis Sayembara Pusat Kebudayaan Nusantara di IKN

Di Arab Saudi, mereka mendirikan Novotel Hotel Riyadh, Musadiyah Gold Souq di Jeddah, dan Masjid Khamis Mushait yang ikonik.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau