Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Jika infrastruktur dasar adalah tulang punggung bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), maka pusat kebudayaan adalah jiwa yang akan menghidupkannya.
Setelah melewati proses kurasi ide yang ketat, identitas visual dan ruang bagi denyut seni budaya di Nusantara akan segera terungkap.
Pemerintah melalui Otorita IKN, bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), bersiap mengumumkan pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara pada Jumat, 30 Januari 2026.
Baca juga: Ternyata, Investor Asing yang Resmi Masuk IKN Baru Satu, Siapa Dia?
Acara ini akan dipusatkan di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3, IKN, Kalimantan Timur.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yang juga Ketua Dewan Juri Sayembara, Georgius Budi Yulianto, memberikan bocoran mengenai ketatnya persaingan pada tahap akhir ini.
Menurutnya, proses seleksi telah mengerucut pada gagasan-gagasan yang tidak hanya megah secara estetik, tetapi juga mampu menerjemahkan keberagaman Indonesia ke dalam bahasa arsitektur masa depan.
"Besok, Kamis, baru akan dilakukan presentasi final. Ini adalah momen krusial di mana para nominator akan memaparkan bagaimana filosofi budaya kita diintegrasikan ke dalam konsep smart forest city," ujar Georgius Budi, kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026), menjelang keberangkatan tim ke IKN.
Baca juga: Mengenal Ayedh Dejem, Pengembang Dubai yang Kepincut IKN
Bagi IAI, sayembara ini bukan sekadar kompetisi desain, melainkan sebuah pernyataan profesi bahwa arsitek Indonesia memiliki kapasitas penuh untuk merancang bangunan monumental di tanah air sendiri.
Ada pun total karya yang masuk ke meja dewan juri berjumlah 35, yang kemudian diseleksi secara ketat menjadi 11.
Dari 11 karya ini selanjutnya dikurasi lagi menjadi 3 terbaik yang berhasil melaju ke babak final.
Selain pengumuman pemenang sayembara, agenda Jumat juga akan menandai peluncuran buku "Pembangunan Infrastruktur IKN Tahap I (2022-2024)".
Baca juga: Gibran Dorong ASN Setwapres Segera Berkantor di IKN
Buku ini merupakan rekam jejak teknis dan manajerial dari transformasi lahan hutan produksi menjadi sebuah kawasan inti pemerintahan yang kini sudah berdiri tegak.
Dokumentasi ini dianggap penting sebagai "kitab suci" pembelajaran bagi pembangunan infrastruktur di masa depan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.