Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Terpadu IKN Siap Sambut Siswa Baru

Kompas.com, 10 Februari 2026, 15:05 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Salah satu keraguan terbesar para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rencana pemindahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) perlahan mulai terjawab.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan bahwa ekosistem pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga secara operasional pada tahun ajaran baru 2026.

Kehadiran institusi pendidikan ternama, seperti SMA Taruna Nusantara, merupakan upaya otorita menjadikan IKN sebagai pusat keunggulan sumber daya manusia.

Baca juga: Ada Berapa Rumah Sakit yang Sudah Beroperasi di IKN?

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan, kesiapan operasional sekolah mencakup jenjang yang lengkap, mulai dari PAUD hingga SMA.

Hal ini menjadi krusial karena ketersediaan sekolah berkualitas seringkali menjadi faktor penentu utama bagi ASN, TNI, dan Polri untuk memboyong keluarga mereka ke IKN.

“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara,” tegas Suwito, Senin (9/2/2026).

Sejumlah institusi pendidikan papan atas yang telah menjadi sorotan publik kini memasuki tahap final kesiapan operasi.

Baca juga: IKN Siap Sambut Gelombang Eksodus ASN ke IKN, Ada Sekolah dan Rumah Sakit

Di antaranya SMA Taruna Nusantara yang merupakan sekolah dengan reputasi kedisiplinan dan akademik tinggi ini siap menyambut angkatan pertama di IKN.

Kemudian Sekolah Garuda dan Sekolah Terpadu Kementerian Agama, melengkapi diversitas pilihan kurikulum nasional.

Empat lembaga pendidikan lainnya yang telah melakukan groundbreaking adalah Nusantara Intercultural School (NIS), Australian Independent School (AIS), Al-Azhar Summarecon, dan Sekolah Bina Bangsa.

SMA Taruna Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN SMA Taruna Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tak Sekadar Membangun yang Baru

Otorita menyadari bahwa pendidikan di IKN tidak boleh menciptakan kesenjangan. Di samping membangun gedung-gedung megah di KIPP, pemerintah juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah IKN.

Langkah ini diambil agar kualitas pendidikan di sekitar ibu kota baru naik kelas secara merata, menciptakan standar yang setara bagi penduduk lama maupun pendatang.

Baca juga: Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN Jadi Living Lab Dunia

“Pelayanan dasar merupakan hak konstitusional. Ini kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang,” ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik OIKN, Troy Pantouw.

Kesiapan sekolah-sekolah ini merupakan bagian dari paket lengkap pelayanan dasar yang digeber pemerintah.

Selain pendidikan, Otorita IKN juga memamerkan kesiapan sektor lainnya. 

Baca juga: Panduan Praktis Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Emas di IKN

Sektor kesehatan diwakili oleh tiga rumah sakit RS Hermina, RS Mayapada, dan RSUP Kemenkes yang sudah beroperasi dengan rasio tempat tidur yang melampaui standar nasional.

Kemudian operasional Masjid Negara IKN dijadwalkan mulai Ramadan 1447 H, lengkap dengan fasilitas bazar dan kegiatan komunitas untuk membangun kedekatan antarwarga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau