Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Korea Masuk IKN, Bangun Hotel dan Apartemen Rp 1,15 Triliun

Kompas.com, 3 Mei 2026, 22:22 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus digenjot ke arah yang lebih spesifik dan fungsional.

Fokus pembangunan kini merambah pada penyediaan fasilitas penunjang hidup yang mengintegrasikan hunian, hospitalitas, dan ruang kebugaran.

Pada Kamis (30/06/2026), Otorita IKN meresmikan komitmen investasi senilai Rp 1,2 triliun melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua entitas pelopor, PT Dian Jaya Indonesia dan PT Biru Makmur Abadi.

Baca juga: Cara Otorita IKN Cetak SDM Kelas Dunia Tanpa Kemiskinan

Langkah ini menandai pergeseran dari sekadar penyediaan infrastruktur dasar menuju pembentukan ekosistem perkotaan yang komplet.

Kehadiran modal swasta, terutama yang terafiliasi dengan jaringan internasional, mempertegas bahwa daya tarik IKN telah melampaui batas domestik.

Apartemen dan Hotel Korea Selatan di Zona Edukasi

PT Dian Jaya Indonesia, lengan bisnis dari Dian Development Co., Ltd. asal Korea Selatan, mengambil peran krusial dalam mengembangkan kawasan Pusat Pendidikan.

Proyek ambisius ini menempati lahan seluas 33.201 meter persegi di Wilayah Perencanaan (WP) KIPP Sub WP 1B.

Dengan estimasi investasi mencapai Rp 1,15 triliun, perusahaan akan membangun kompleks apartemen dan hotel yang dirancang dengan kepadatan tinggi.

Baca juga: Goresan Malam Sang Penyintas Kanker, Menduniakan Batik Kalimantan

Proyek ini dijadwalkan memulai tahap konstruksi pada triwulan IV tahun 2026. Penempatan fasilitas hospitalitas di zona pendidikan merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi kebutuhan hunian bagi akademisi, peneliti, hingga orang tua siswa yang kelak beraktivitas di kawasan tersebut.

Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia, Cheong Seung Hwa, mengungkapkan bahwa kepastian regulasi menjadi pemantik utama minat mereka.

"Kami melihat IKN sebagai smart city modern yang menawarkan kepastian insentif fiskal serta potensi eskalasi nilai properti yang sangat signifikan. Ini adalah investasi pada masa depan tata kota global," ujar Cheong Seung Hwa.

Sinergi Kebugaran dan Fasilitas Publik

Melengkapi kebutuhan gaya hidup sehat dan ruang sosial, PT Biru Makmur Abadi berkomitmen mengembangkan pusat olahraga dan restoran di kawasan KIPP 1C.

Proyek senilai Rp 50 miliar ini akan berdiri di atas lahan 16.387 meter persegi, berdekatan dengan kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma.

Baca juga: Kapan Bandara Internasional Nusantara IKN Resmi Dibuka untuk Umum?

Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi titik temu komunitas, melayani para pelajar dan masyarakat umum di kawasan pendidikan tersebut.

Direktur PT Biru Makmur Abadi, Abdul Rohman, menilai bahwa relevansi konsep kota hijau Nusantara selaras dengan tuntutan pasar dunia saat ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau