Penulis
Guna mempercepat akurasi pemetaan topografi dan memitigasi kesalahan desain struktural, konsorsium memigrasikan metode pengawasan dari darat ke sistem pemantauan digital terintegrasi.
Baca juga: Transformasi IKN, Mulai Jadi Ruang Aktivitas Publik
Manajemen memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM), pemindaian laser Light Detection and Ranging (LiDAR), serta pemetaan udara melalui drone photogrammetry.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa integrasi teknologi digital ini merupakan langkah mitigasi wajib untuk menghadapi kompleksitas medan di lapangan.
"Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN," jelas Hamdani, dikutip Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Sebelumnya, proyek yang memulai peletakan batu pertama pada 21 Desember 2023 ini telah diuji coba secara fungsional terbatas untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, tepatnya setelah melewati 730 hari masa kerja.
Baca juga: China, Singapura, Korea, Rusia, Malaysia hingga UEA Investasi di IKN
Jalur ini kemudian kembali difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang dibuka sejak 13 Maret 2026, atau setelah mencatatkan 813 hari masa pengerjaan konstruksi berjalan.
Di sektor ketenagakerjaan, proyek Tol IKN Seksi 3A-2 ini melibatkan total 527 tenaga kerja.
Manajemen menetapkan kuota pemanfaatan porsi tenaga kerja lokal asal Provinsi Kalimantan Timur sebesar 15 persen dari total serapan sumber daya manusia di lapangan.
Untuk memenuhi standar keselamatan kerja dan spesifikasi teknik tinggi yang disyaratkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), para pekerja lokal tersebut diwajibkan mengikuti rangkaian pelatihan teknis terstruktur serta sertifikasi profesi perpipaan dan mekanik di awal masa kontrak.
Baca juga: Komitmen Investasi Non-APBN di IKN Tembus Rp 72,39 Triliun
Pemberdayaan kapasitas ini diharapkan dapat meninggalkan keahlian teknis yang berkelanjutan bagi angkatan kerja daerah.
Penyelesaian Tol IKN Seksi 3A-2 tidak hanya akan memangkas biaya logistik hulu secara masif, tetapi juga memperkuat korporasi ekonomi wilayah Balikpapan dan Samarinda sebagai kota penyangga utama ibu kota baru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang