Penulis
Hubungan kerja sama antara pusat pemerintahan dan lembaga pendidikan diikat melalui nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) teknis untuk menyerap inovasi terapan dari kampus.
Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto, menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dan peneliti daerah merupakan jangkar utama untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang ekosistem IKN.
Baca juga: Petani Brenjonk Andalkan Drone Tembus Ritel Premium, Cetak Omzet Rp 1,8 Miliar
"Saat ini, terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan," urai Wendy.
Transformasi makro ini dinilai oleh kelompok mahasiswa sebagai instrumen validasi menuju target Indonesia Emas 2045.
Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, menggarisbawahi pentingnya forum pertukaran informasi ini agar pemuda lokal tidak sekadar menjadi penonton arus modernisasi infrastruktur.
Akselerasi pembangunan IKN pada paruh pertama tahun 2026 ini semakin penting untuk membuktikan bahwa proyek ini berfungsi sebagai generator pemerataan ekonomi nasional, bukan sekadar pemindahan pusat kekuasaan birokrasi.
Sikap kritis kampus terhadap pembangunan ibu kota baru ditekankan sebagai instrumen kontrol sosial agar proyek tidak terjebak dalam pencitraan digital di media sosial.
Baca juga: Otorita IKN Mulai Tata Koridor Sepaku Seluas 219 Hektar
Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, menegaskan fungsi universitas sebagai benteng evaluasi kebijakan publik.
Menurutnya, tema yang diangkat hari ini sangat relevan tentang Ibu Kota Nusantara. Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia.
"Di sini, kampus itu bukan hanya teori saja, tetapi mengasah rasa kritis, terlebih lagi ini bukan tentang seremonial atau muncul di media sosial saja, tetapi menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kalimantan Timur," pungkas Rina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya