Penulis
"IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain," papar Shima.
Optimisme serupa disampaikan oleh Prof. Fumihiko Seta dari The University of Tokyo.
Ia menggarisbawahi bahwa manajemen kawasan metropolitan yang terukur akan menjadi penentu apakah IKN mampu menarik densitas populasi yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda ekonomi jangka panjang.
Baca juga: IKN Tahap II dan Kilang Pertamina Selamatkan Bisnis Hotel Balikpapan
"Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik," ujar Seta.
Berkaca pada keberhasilan wilayah Emilia-Romagna di Italia, penggabungan kapasitas UMKM lokal dengan akses pasar global menjadi prasyarat penting.
Keberlanjutan kawasan metropolitan baru ini akan benar-benar diuji saat stimulus anggaran infrastruktur APBN mulai berkurang, dan daerah-daerah penyangga tersebut dituntut mandiri dalam rantai pasok ekonomi regional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang