Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 11 Juni 2026, 08:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan komitmennya untuk menempatkan masyarakat lokal sebagai prioritas dalam pembangunan ibu kota baru, termasuk melalui penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Otorita Gandeng Empat Kampus, IKN Jadi Laboratorium Hidup

Kegiatan yang diinisiasi Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara itu ditujukan bagi pelaku UMKM di wilayah IKN dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Program tersebut difokuskan untuk memperkuat literasi keuangan, mendorong inklusi keuangan, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.

Dorong UMKM Naik Kelas

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang diharapkan tumbuh bersama perkembangan Nusantara.

"Kami mengapresiasi Bank Indonesia, OJK, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui program seperti Akademi SIAPIK. Inisiatif ini sangat penting karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan menjadi aktor utama yang akan tumbuh bersama perkembangan Nusantara," kata Alimuddin, dikutip Kamis (11/06/2026).

Baca juga: Digembleng Kopassus, 555 Anak Muda Resmi Jadi Mesin Birokrasi IKN

Menurut dia, pembangunan IKN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menangkap peluang ekonomi yang terus berkembang.

"Kami ingin para pelaku UMKM lokal percaya diri dan terus meningkatkan kapasitas usahanya. Kehadiran IKN membuka ruang yang sangat besar untuk berkembang, baik dari sisi pasar, kemitraan, maupun akses pembiayaan," kata Alimuddin.

Ia menambahkan, Otorita IKN akan terus mendukung upaya pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi Nusantara.

Selain itu, Alimuddin juga mendorong pelaku usaha membangun sinergi antar-sesama UMKM agar tercipta rantai ekonomi yang saling menguatkan.

"UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Ekosistem usaha yang kuat dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam rantai ekonomi yang saling menguatkan," ujarnya.

Pelatihan Keuangan hingga Akses Pembiayaan

Melalui Akademi SIAPIK 2026, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), pengelolaan keuangan sederhana, literasi dan inklusi keuangan, kebanksentralan, ekonomi syariah, sistem pembayaran, hingga pelindungan konsumen.

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengatakan tema kegiatan tahun ini, ENERGI (Edukasi dan siNERGI), mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

Baca juga: IKN, Balikpapan, dan Samarinda Masuk dalam Konsep Greater Nusantara

"Edukasi dan sinergi menjadi dua hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, semakin maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di kawasan IKN," ujarnya.

Selain pelatihan, peserta juga difasilitasi dalam kegiatan business matching pembiayaan yang mempertemukan UMKM dengan sejumlah lembaga jasa keuangan dan perbankan, antara lain BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, Bank Kaltimtara, serta bank lain yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN.

Pandu mengatakan pencatatan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat berkembang dan memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.

"Selama ini masih banyak pelaku usaha yang melakukan pencatatan secara manual. Melalui SIAPIK, UMKM dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur. Catatan keuangan yang baik juga akan membantu ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan," jelasnya.

Baca juga: 330 Kg Sampah Ditemukan di IKN, Basuki: Kabar Baik

Ia menambahkan, peserta yang menunjukkan perkembangan dan potensi usaha berkesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan, termasuk fasilitasi akses pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan pameran seperti Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) hingga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Salah satu peserta, Reni Sayu, pelaku usaha keripik pisang asal Kabupaten Penajam Paser Utara, mengaku pelatihan tersebut membantu pelaku usaha beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital.

"Selama ini pencatatan keuangan saya masih manual dan kadang ada transaksi yang tidak tercatat. Bahkan modal usaha terkadang tercampur dengan kebutuhan pribadi. Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana mengelola keuangan usaha secara lebih baik dan modern menggunakan aplikasi digital," ujarnya.

Baca juga: Beruang Madu, Lutung Merah, dan Rusa Sambar Kembali Kuasai Hutan IKN

Reni menilai kehadiran IKN membuka peluang besar bagi UMKM lokal seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk di kawasan tersebut.

"Peluangnya sangat besar. IKN sekarang menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat dan banyak pendatang baru yang datang ke sini. Kalau UMKM bisa masuk dan berjualan di kawasan ini, peluang berkembangnya juga semakin besar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau