Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunadarma Jadi Kampus Pertama di IKN, Cetak 48 Mahasiswa

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 14:33 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Universitas Gunadarma menjadi universitas pertama yang mulai menyelenggarakan perkuliahan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebanyak 48 mahasiswa menjadi bagian dari angkatan pertama Universitas Gunadarma IKN. Mereka berasal dari delapan program studi, yakni Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika.

Baca juga: ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 di IKN

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut mahasiswa angkatan pertama tersebut dalam kuliah umum yang digelar di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/09/2026).

Basuki mengatakan, kehadiran perguruan tinggi di IKN melengkapi ekosistem pendidikan di Nusantara.

"Dengan adanya Gunadarma, ini (perguruan tinggi) akan melengkapi ekosistem pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga universitas. Mudah-mudahan ekosistem perkotaan di IKN akan makin lengkap," kata Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (30/09/2026).

Gunadarma siapkan program kedokteran di IKN

Kehadiran Universitas Gunadarma di IKN merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN.

Kolaborasi tersebut mencakup rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kedokteran Universitas Gunadarma di IKN dengan pendampingan FKUI.

Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti mengatakan pihaknya bersama FKUI dan Otorita IKN akan mengupayakan pengembangan PSDKU untuk Program Studi Kedokteran di IKN.

"Kami bersama FKUI dan Otorita IKN akan bersama-sama mengupayakan pengembangan PSDKU untuk Program Studi Kedokteran di IKN," ujar Margianti.

Baca juga: 36 Persen Hutan IKN Dicaplok Pendatang, Satu Orang Kuasai 5 Hektar

Dia mengatakan, kampus Universitas Gunadarma di IKN yang berada di Gedung N1 memiliki tiga bangunan yang pembangunannya akan terus dilanjutkan.

Margianti juga mengatakan Program Kedokteran Universitas Gunadarma di Jakarta telah terakreditasi unggul. Program yang dikembangkan di IKN diharapkan dapat berkembang dan memperoleh akreditasi unggul.

Sementara itu, Dekan FKUI Anna Rozaliani mengatakan kerja sama antara Gunadarma, FKUI, dan Otorita IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan institusi pendidikan.

Anna berharap IKN dapat menjadi laboratorium kehidupan atau living laboratory untuk pendidikan, kesehatan, riset, teknologi, dan inovasi.

"Ini luar biasa potensinya, kita perlu memikirkan ini kekuatan besar untuk Indonesia. Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi juga ekosistem," ujar Anna.

Lima mahasiswa lokal terima beasiswa

Dalam agenda tersebut, turut diperkenalkan lima mahasiswa dari masyarakat lokal yang menjadi penerima beasiswa Universitas Gunadarma.

Baca juga: 420 Hektar Tahura Bukit Soeharto IKN Terbakar

Salah satunya Muhammad Latif, mahasiswa Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara. Dia mengatakan mahasiswa angkatan pertama ingin menjadi teladan bagi mahasiswa yang akan datang.

"Kami menjadi salah satu angkatan yang menjadi role model bagi adik kelas ke depannya. Rencana kami di bidang akademik tentu ingin mendapatkan IPK 4 dan menjadi salah satu inovator muda yang dapat berkontribusi besar di Indonesia, terutama di daerah Ibu Kota Nusantara," kata Latif.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau