Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat suntikan dana segar bernilai triliunan rupiah dari sektor swasta dan konsorsium BUMN.
Otorita IKN secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) perumahan serta investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Rabu (14/10/2026).
Penandatanganan ini menegaskan commitment bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya menggantungkan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga bertumpu pada kemitraan strategis dan investasi langsung.
Baca juga: Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tempus 34,5 Persen
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan, PKS membuktikan pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Ada dua proyek KPBU dan lima investasi swasta murni yang akan segera dimulai pembangunannya.
"Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Basuki.
Porsi investasi terbesar pada acara penandatanganan PKS 14 Oktober 2026 ini datang dari sektor perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema KPBU.
PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa pembangunan 8 tower rumah susun (rusun) ASN di Wilayah Perencanaan (WP) 1A KIPP IKN.
Nilai investasi proyek rusun ini mencapai Rp 2,629 triliun. Di atas lahan seluas 6,84 hektar, konsorsium akan membangun 288 unit satuan rumah susun (sarusun) berukuran 190 meter persegi.
Baca juga: Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menyambut positif kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk menggarap hunian megah bagi ASN tersebut.
"Kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," ungkap Firmansyah.
Suntikan proyek rusun senilai Rp 2,629 triliun ini sekaligus melengkapi PKS KPBU rumah tapak ASN sebelumnya yang telah diteken Otorita IKN bersama PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026.
Dalam proyek rumah tapak tersebut, Intiland mengucurkan investasi sebesar Rp 2,819 triliun untuk membangun 109 unit rumah tapak di WP 1B KIPP IKN yang ditargetkan selesai pada Triwulan IV-2028.
Selain skema KPBU hunian ASN, OIKN memproses investasi langsung swasta murni dari lima pelaku usaha dengan total nilai mencapai Rp 1,11 triliun.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah Forum Ekonomi Borneo, IKN Buka Peluang Investasi
Proyek-proyek ini mencakup sektor penunjang ekosistem perkotaan, mulai dari pangan, komersial, kuliner, olahraga, hingga furnitur.
Mereka adalah: