Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com — Komitmen pelaku usaha swasta dalam mendanai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengungkapkan, hingga pertengahan Oktober 2026, total akumulasi nilai investasi swasta murni yang masuk ke ibu kota baru tersebut resmi menyentuh angka Rp 75,77 triliun.
"Capaian Rp 75,77 triliun tersebut berasal dari 73 pelaku usaha yang telah mengikat komitmen lewat penandatanganan 84 Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ungkap Roi kepada Kompas.com, bebarapa waktu lalu.
Baca juga: Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan IKN kian bertumpu pada kekuatan pasar, sekaligus membuktikan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
Otorita IKN mencatat, aliran modal swasta domestik tersebut mengalir ke berbagai proyek fisik vital, mulai dari properti, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pusat komersial.
Masuknya investasi swasta murni senilai Rp 75,77 triliun tersebut terbagi ke dalam beberapa sektor utama:
1. Konsorsium Properti dan Kawasan Terpadu
Konsorsium Nusantara yang dipimpin Agung Sedayu Group bersama jajaran konglomerat nasional, menjadi penyumbang porsi terbesar melalui pembangunan hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkantoran.
2. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan
Jaringan rumah sakit swasta nasional seperti Mayapada Hospital dan RS Hermina merealisasikan pembangunan fasilitas medis modern, disusul lembaga pendidikan swasta yang membangun sekolah internasional.
3. Perbankan dan Pusat Keuangan
Sektor perbankan nasional membangun kantor cabang dan pusat layanan keuangan digital untuk menopang transaksi bisnis di kawasan inti.
4. Komersial dan Ritel
Pengembang sarana kuliner, area ritel, dan pusat hiburan terus mempercepat penyelesaian proyek untuk menyambut kedatangan penghuni baru.
Suntikan investasi swasta murni sebesar Rp 75,77 triliun ini membawa dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian lokal di sekitar IKN.