Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita Tunggu Keputusan Presiden Operasionalisasikan IKN

Kompas.com, 13 April 2024, 17:25 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) masih menunggu keputusan presiden (keppres) untuk mengelola atau mengoperasikan IKN dalam nomenklatur pemerintah daerah khusus (pemdasus).

Kepala OIKN Bambang Susantono mengungkapkan, pada waktunya nanti, OIKN juga akan dideklarasikan sebagai pemdasus.

Baca juga: Pekerja IKN Kembali 15 April, Pembangunan Dipastikan Sesuai Jadwal

"Namun, seraya menunggu, kami akan mulai efektif beroperasi (berkantor) di Balikpapan," ujar Bambang, usai halal bi halal di PMC, Balikpapan, Rabu (10/4/2024).

Efektivitas operasionalisasi OIKN di Balikpapan dijadwalkan pada 1 Mei 2024 nanti.

Sementara kantor resmi Otorita di IKN, cityhall atau balaikota masih dalam tahap pembangunan.

"Targetnya tuntas pada akhir Desember 2024," cetus Bambang.

Fokus pendidikan

Adapun rencana groundbreaking keenam yang dilaksanakan pada bulan Kebangkitan Nasional, Mei 2024, akan fokus pada sektor pendidikan.

Bambang menyebut, akan ada sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), perguruan tinggi, dan sejumlah fasilitas lainnya yang akan memperkaya ekosistem IKN.

Baca juga: Selain Taksi Terbang Hyundai, Kereta Otonom Norinco China Juga Akan Uji Coba di IKN

"Tahun 2024 ini adalah akhir dari pembangunan tahap pertama. Dan ada empat tahap lagi yang masing-masing lima tahun. Nah ekosistem tahap pertama diharapkan tuntas akhir tahun ini," imbuh Bambang.

"Fasilitas pendidikan, kesehatan, semua sudah ada, diwujudkan 2024, walau pun belum selesai semua," cetusnya.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 63 Thaun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara (IKN) BAB VI mengenai Penahapan Pembangunan IKN, tercantum lima tahapan pembangunan.

Baca juga: Progres Kantor Kemenko di IKN Lebih dari 50 Persen, 14 Tower Tuntas Agustus

Tahap I dikerjakan selama kurun 2022-2024 pemindahan tahap awal, dan Tahap II 2025-2029 merupakan pembangunan IKN sebagai area inti yang tangguh.

Kemudian Tahap III 2030-2034 melanjutkan pembangunan IKN dengan lebih progresif, Tahap IV 2035-2039 membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pembangunan Kalimantan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau