Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 Juli 2024, 19:34 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Balikpapan enggan mendapatkan lemparan proyek-proyek dari BUMN di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini disampaikan Ketua BPC HIPMI Balikpapan Periode 2024-2027 Adam Dustin Bhakti kepada Kompas.com, Minggu (21/7/2024).

"Karena hari ini, fakta di lapangan yang kami alami, hanya mendapat lemparan proyek dari BUMN dan sebagainya tapi tidak mendapatkan link langsung. Kami tidak mau itu," ucap Adam.

Oleh karena itu, dia berharap IKN dapat membuka peluang dan potensi seluas-luasnya bagi para pengusaha muda, terutama di Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.

Baca juga: Hyundai Investasi Rp 500 Miliar, Bangun Fasilitas Terintegrasi di Balikpapan

Menurut Adam, jika HIPMI mendapatkan kanal langsung, masalah yang selama ini membelit seperti anggaran, akan bisa diantisipasi dengan lebih baik lagi.

"Kalau kita jadi pihak kedua ataupun ketiga ya tentunya secara anggaran akan lebih besar. Itu sangat tidak feasible. Padahal, kota Balikpapan siap kok untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan IKN," cetus Adam.

Dia pun menegaskan, perlu sinergi antar instansi/lembaga terkait dengan HIPMI di Kota Balikpapan.

"Yang kami butuhkan sebenarnya adalah jejaring, kanal, dan permodalan agar bisa masuk ke proyek-proyek IKN," tutur Adam.

Oleh karena itu, dia mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Balikpapan untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda agar bisa mengantisipasi kemajuan IKN.

Tiga program

Adapun tiga program atau strategi yang akan dijalankan Adam usai terpilih sebagai Ketua BPC HIPMI Balikpapan yang baru yakni meningkatkan edukasi kewirausahaan, baik itu untuk calon pengusaha, UMKM maupun anak-anak muda.

Baca juga: HIPMI Balikpapan Incar Proyek Konstruksi hingga F&B di IKN

Salah satu contohnya yang akan disasar adalah pelajar-pelajar SMK dan SMA yang merupakan agen utama perubahan demi menuju generasi Indonesia emas 2045.

"Sisa waktu 20 tahun itu singkat lho. Tentunya teman-teman SMA dan SMK itu punya peluang untuk bisa menumbuhkan rasio pengusaha muda di Indonesia, di mana saat ini kan rasio 3,6. Nah menuju Indonesia Emas itu minimal rasionya 4.0," tutur Adam.

Program kedua adalah memperbanyak dan melebarkan relasi. Adam akan membuka selebar-lebarnya jejaring bagi calon pengusaha maupun pengusaha yang sudah ada di dalam maupun di luar HIPMI.

"Yang ketiga tentunya setelah edukasi, relasi, kita perlu aksi. Aksi ini yang kami harapkan dapat dukungan penuh dari pemerintah kota maupun pihak-pihak lainnya," tuntas Adam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau