Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Groundbreaking" Ke-7 IKN Dilaksanakan Sebelum Upacara Kemerdekaan

Kompas.com, 1 Agustus 2024, 05:30 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Groundbreaking proyek non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) ke-7 akan dilaksanakan sebelum Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2024.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

"Kalau groundbreaking nanti mudah-mudahan di periode berikutnya Presiden datang (ke IKN) pertengahan Agustus mudah-mudahan ada groundbreaking di situ, sebelum upacara," kata Endra.

Namun, kepastian pelaksanaan groundbreaking tersebut masih menunggu jadwal dan kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Endra mengatakan, investor yang merapat ke IKN pada periode ini masih berasal dari dalam negeri.

"Masih dari dalam semua investornya, kita utamakan yang dalam dulu, jangan buru-buru dari investor luar," tutur Endra.

Baca juga: Pembangunan IKN Butuh Anggaran Rp 466 Triliun

Sebelumnya, Plt Kepala Otorita IKN (OIKN) sekaligus Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan ada 5 investor pada groundbreaking kali ini.

"Nanti minggu depan kalau Pak Presiden kunjungan ke sini, itu ada groundbreaking lagi sekitar 5 (perusahaan). Pertama BCA, Intiland, Indogrosir, LGE, dan Swissbell," ujarnya.

Basuki mengatakan bahwa kelima perusahaan tersebut harus sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan OIKN. Apabila belum, maka tidak akan dilakukan groundbreaking proyeknya.

"Enggak terlalu banyak hanya 5 (perusahaan), tapi itu harus sudah lengkap dengan PKS, termasuk perizinannanya," imbuh Basuki.

Menurut dia, PKS menjadi salah satu perhatian Jokowi terkait investasi di IKN. Karena IKN digadang-gadang menjadi contoh tata kelola manajemen pemerintahan yang baik dan cepat.

"Sehingga kalau dengan PKS, mereka sudah mulai membayar kontribusi itu, harga tanah, dan kita masukkan dalam rekening sementara yang tidak akan dipakai oleh OIKN, belum boleh dipakai," pungkas Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau