Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Juli 2024, 17:44 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan anggaran sebesar Rp 466 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkemah di titik nol Nusantara pada tahun 2022 lalu.

"Hitungan sementara Rp 466 triliun, itu kurang lebih 19-20 persen itu nanti berasal dari APBN," kata Jokowi, Selasa (15/3/2022).

Sementara berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan IKN telah menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 83,4 triliun, terhitung per 4 Juli 2024.

Dari sisi pendanaan non-APBN, Otorita IKN (OIKN) menargetkan bisa meraih investasi sebesar Rp 100 triliun sampai dengan akhir tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Bambang Susantono saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala OIKN.

Baca juga: Menhub Sebut Kereta Otonom Buatan China Jadi Feeder Tamu HUT RI di IKN

"Target 2024 Rp 100 triliun investasi, bisa publik dan swasta," ujar Bambang saat ditemui di Nusantara Fair di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Namun demikian, capaian investasi masuk ke IKN baru mencapai setengah dari target yang dibuat untuk sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan data OIKN, hingga groundbreaking ke VI pada Mei 2024, investasi IKN baru menyentuh angka Rp 51,35 triliun.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, dirinya akan meneruskan apa yang telah digarap oleh pejabat OIKN sebelumnya.

"Makanya saya ingin mempercepat itu," tutur Basuki saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau