Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Peter Yogan Gandakusuma
Pengamat Perkotaan

Peter Yogan Gandakusuma meraih gelar Master of Science Regional Planning dari The University of Sheffield, South Yorkshire, Inggris. Bersama sejumlah kolega, Peter tengah mengembangkan Center for Sustainable Development Studies (CSDS) Universitas Indonesia. CSDS merupakan pusat riset dan bagian dari Center for Strategic and Global Studies (CSGS), Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia.

IKN Kota Hutan Cerdas

Kompas.com, 5 Agustus 2024, 08:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

VISI IBU KOTA NUSANTARA (IKN) menjadi kota cerdas, hijau, indah dan berkelanjutan akan diwujudkan melalui implementasi pembangunan Kota Hutan Cerdas.

Untuk itu, pemerintah memastikan aspek lingkungan hidup harus diutamakan dalam rencana pembangunan IKN melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis pada tahun 2019 lalu.

Dengan demikian, elemen kota cerdas akan mencakup langkah-langkah yang mendukung seputar kebijakan keberlanjutan, peta jalan pemulihan dan mitigasi bencana alam, serta perbaikan lingkungan secara terus menerus.

Jika secara sederhana maksud ini dipersempit, maka mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatkan kualitas udara adalah hal pertama yang menjadi prioritas.

Sabuk hijau kawasan dan vegetasi bertindak sebagai agen keberlanjutan hijau meskipun tidak menghilangkan polusi udara sama sekali, namun membantu mengurangi dampaknya.

Baca juga: Ternyata, Ini Alasan Bandara IKN Tak Bisa Dioperasikan 17 Agustus

Dengan lebih banyak ruang hijau, maka kualitas hidup kota menjadi lebih baik. Ini termasuk memastikan perencanaan kota dan kebijakan politik yang turut membatasi kendaraan berbahan bakar fosil beroperasi di dalam kota baru dan memisahkan kawasan industri berat yang potensial menyebabkan polusi.

Kita bisa mencontoh Forest City di Malaysia yang merupakan kota pintar hijau. Kota ini dibangun melalui kolaborasi antara Country Garden Group dan Johor Corporation.

Proyek pembangunan ini mencakup wilayah 30 kilometer persegi dan mendapat dukungan kuat dari pemerintah Malaysia.

Kehadiran kota ini bertujuan untuk menggabungkan desain terbaik dalam lingkungan, teknologi dan industri hijau untuk menyediakan kota baru dengan etos kerja yang elegan dan maju.

Melalui desain arsitektur serta kebijakan yang mendukung lingkungan hijau dan kawasan industri rendah emisi karbon yang diwajibkan pemerintah, proyek ini menawarkan kota yang nyaman dan sehat.

Rencana pembangunannya berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, membawa peluang dan tantangan baru bagi pembangunan berkelanjutan di Malaysia.

Konsep perencanaan dan desain Forest City sangatlah unik. Sebagai sebuah pulau buatan dan kota mandiri ia relatif lebih modern terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal ini memungkinkan Forest City memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam hal lingkungan perkotaan, gaya hidup, dan pengalaman hidup.

Baca juga: Sidang Kabinet Paripurna Perdana di IKN, 14 Rumah Dinas Menteri Disiapkan

Kota baru ini bertujuan untuk mencapai standar bangunan ramah lingkungan, menciptakan lingkungan rendah karbon dan kondisi hijau untuk meningkatkan efisiensi energi berkelanjutan.

Meski IKN dan Forest City Malaysia tidak bisa dikatakan serupa, namun kesadaran tentang kota ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah ambisi masa depan yang hendak dicapai secara serius.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau