Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 November 2024, 12:10 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - KPU Balikpapan menyelenggarakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2024 yang mencakup pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota.

Selain itu, dilakukan juga simulasi rekapitulasi hasil penghitungan suara serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Kegiatan ini digelar di TPS 03, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, sejak pukul 07.00 hingga malam, Rabu (6/11/2024).

Ketua KPU Balikpapan Prakoso Yudho Lelono mengatakan, simulasi ini bertujuan menyosialisasikan tahapan dan mekanisme pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi Pilkada Tahun 2024 di Kalimantan Timur.

Baca juga: KPU Balikpapan Jadikan Infrastruktur Penyangga IKN Tema Debat Pilkada

"Hasil akhirnya atau output-nya adalah rekan-rekan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitian Pemungutan Suara (PPS) dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang didapat dari hasil pengamatan selama simulasi," ujar Yudho menjawab Kompas.com.

Hasil pengamatan ini akan menjadi bahan bagi PPK dan PPS yang bisa disampaikan saat bimbingan teknis (bimtek) KPPS terkait pembekalan tata laksana dan aturan pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 November hingga 13 November 2024.

Poin penting yang perlu diantisipasi adalah potensi-potensi terjadinya masalah atau celah kekurangan saat penghitungan dan rekapitulasi suara.

Menurut Yudho, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam dua garis besar Pilkada sekarang yakni pemungutan dan penghitungan suara.

Saat pemungutan suara potensi masalah ada di antara daftar pemilih tetap, daftar pemilih tambahan, dan daftar pemilih khusus.

"Nah, itu yang sering terjadi kesalahan. Potensinya sangat besar dan fatal, karena potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Nah kalau di penghitungan terjadi salah hitung, kalaupun benar hitung ada salah tulis, itu yang kita hindari," urai Yudho.

Baca juga: Produksi Sampah Bertambah, Balikpapan Kaji Perluasan Lahan TPA Manggar

Oleh karena itu, pihaknya akan benar-benar memberikan atensi khusus terhadap dua hal penting ini yang berpotensi menyebabkan fatalitas pemungutan dan penghitungan suara.

Sementara itu hingga saat ini, infrastruktur yang terkait logistik seperti kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, dan alat untuk mencoblos pilihan, sudah siap.

"Logistik ini sudah disortir dan dihitung serta diklasifikasikan. Mudah-mudahan tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat sasaran saat distribusi," imbuh Yudho.

Dia pun mengharapkan Pilkada 2024 pada 27 November nanti berjalan dengan kondusif lancar aman dan tertib.

Karena sejatinya, Pilkada sukses tergantung pada empat indikator, yakni jumlah partisipasi, tahapan pemilihan tuntas, minimnya pelanggaran karena taat regulasi, dan kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau