Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung IKN dan Ekonomi Kaltim, Pengembangan KKT Diprioritaskan

Kompas.com, 11 Maret 2025, 18:41 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memprioritaskan pengembangan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sebagai aset strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana pengembangan ini akan dilakukan bekerja sama dengan PT Pelindo (Persero) dan ditargetkan dimulai pada tahun 2026.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menuturkan, pengembangan utama yang akan dilakukan adalah perpanjangan dermaga dari 270 meter menjadi 1.000 meter.

Baca juga: Tekan Inflasi Ramadan, Kaltim Gandeng Ritel Modern Gelar Pangan Murah

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan peti kemas, yang akan melayani kebutuhan pengiriman barang dan jasa di seluruh Kaltim, termasuk IKN.

"Harapan kami, pertama, ini bisa dikembangkan, punya potensi, dan kita bicara dengan Pelindo, ada rencana untuk segera dikembangkan di tahun 2026 ini," ujar Rudy saat mengunjungi KKT, Selasa (11/3/2025).

Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kaltim, antara lain meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa yang diharapkan dapat menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga.

"Pada gilirannya, ketersediaan barang-barang konsumsi masyarakat akan lebih terjamin," 

Peningkatan Kapasitas Pelabuhan

KKT memiliki potensi pengembangan yang sangat besar. Dari total lahan 72,5 hektar, baru sekitar 16 hektar yang dimanfaatkan.

Baca juga: Ekonomi Kaltim Stabil di Tengah Dinamika Global, Deflasi 0,25 Persen

Selain itu, terdapat pula aset Pemprov Kaltim seluas 300 hektar yang dapat dikembangkan untuk kegiatan kepelabuhanan.

Alur pelayaran di KKT pun memungkinkan kapal-kapal besar untuk masuk, termasuk kapal dengan ukuran Panamax.

Selain pengembangan dermaga, Pemprov Kaltim juga akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju pelabuhan, yang telah menjadi jalan nasional.

Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan keamanan transportasi menuju pelabuhan.

Baca juga: Pabrik Detonator Resmi Beroperasi di Kaltim, Kurangi Impor Tiga Negara

"Saat ini jalan itu sudah menjadi jalan nasional, jadi tentunya kekurangannya mulai dari longsornya jalan, amplasnya jalan, mesti harus ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)," jelas Rudy.

Sementara, untuk mengatasi masalah parkir liar yang merusak lingkungan dan jalan, Pemprov Kaltim berencana menyiapkan area parkir khusus yang akan dikelola oleh perusahaan daerah.

Area parkir ini diharapkan dapat menampung kendaraan-kendaraan besar, seperti truk kontainer dan truk pengangkut semen atau aspal.

Dengan pengembangan ini, KKT diharapkan dapat menjadi pelabuhan yang modern dan efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim dan pembangunan IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau