Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Tol IKN Dibuka Sementara, Peminat Jalur Laut Tetap Melonjak

Kompas.com, 29 Maret 2025, 21:36 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembukaan sementara jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diharapkan dapat memecah arus mudik, ternyata tidak serta merta mengurangi minat pemudik yang menggunakan jalur laut, khususnya melalui Pelabuhan Feri Kariangau menuju Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Justru sebaliknya, terjadi lonjakan signifikan pada jumlah pemudik yang memilih transportasi laut.

Kepala Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau Balikpapan Karolus Makin mengungkapkan, pada puncak arus mudik, tepatnya H-3 menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Jumat (28/3/2025), jumlah pengendara kendaraan roda empat atau lebih yang menggunakan Pelabuhan Feri menuju PPU melonjak hingga 181 persen.

Baca juga: Siapa Bilang Pembangunan IKN Mandek? Investasi Swasta Tembus 89,14 Persen

"Pada puncak arus mudik, tepatnya H-3 menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Jumat kemarin, jumlah pengendara roda empat atau lebih meningkat hingga 181 persen yang menggunakan Pelabuhan Feri menuju PPU," kata Karolus Makin, Sabtu (29/3/2025).

Data Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau mencatat, pada H-3 tahun 2024, hanya terdapat 915 kendaraan roda empat atau lebih yang menggunakan jalur laut menuju PPU. Namun, pada periode yang sama tahun ini, jumlahnya melonjak drastis menjadi 2.573 kendaraan.

Lonjakan juga terjadi pada kendaraan roda dua, meskipun tidak sebesar roda empat. Tercatat peningkatan sebesar 83 persen, dari 1.662 kendaraan pada H-3 tahun 2024 menjadi 3.035 kendaraan pada tahun ini.

Penurunan Jumlah Penumpang Secara Keseluruhan

Meskipun terjadi peningkatan pada jumlah kendaraan, Karolus mencatat adanya penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan sebesar 33 persen.

Baca juga: Sempat Diblokir Warga, Jalan Tol IKN Kembali Dibuka untuk Umum

Pada H-3 tahun 2024, jumlah penumpang mencapai 6.547 orang (661 pejalan kaki dan 5.927 penumpang dalam kendaraan).

Sementara pada tahun ini, jumlah penumpang tercatat hanya 4.401 orang (357 pejalan kaki dan 4.044 penumpang dalam kendaraan).

Pelabuhan Feri Kariangau bukan hanya melayani rute Balikpapan-PPU di dalam Provinsi Kalimantan Timur, juga menjadi jalur penting bagi pemudik lintas provinsi menuju Kalimantan Selatan (via PPU), Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat), dan Kota Palu (Sulawesi Tengah).

Baca juga: Warga Terdampak Bandara VVIP IKN Terima Ganti Rugi Rp 35 Miliar

Untuk tujuan Pelabuhan Mamuju pada H-3 tahun ini, tercatat 1.348 penumpang (1.180 pejalan kaki dan 168 penumpang dalam kendaraan), dengan 156 unit kendaraan roda dua dan 12 unit kendaraan roda empat atau lebih.

Sementara itu, untuk tujuan Palu, terdapat 449 penumpang (334 pejalan kaki dan 115 penumpang dalam kendaraan), dengan 41 kendaraan roda dua dan 15 kendaraan roda empat atau lebih.

Karolus menjelaskan, kapasitas kapal menjadi faktor utama dalam mengatur jumlah penumpang yang dapat diangkut.

Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kelancaran arus mudik, termasuk mengatur jadwal keberangkatan kapal sesuai dengan permintaan penumpang yang terus meningkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau