Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jatim Tanam Pohon Majapahit di IKN, Simbol Sinergi Rp 1 Triliun

Kompas.com, 12 Mei 2025, 22:47 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sebuah simbol kuat ditancapkan di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini menyusul Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menanam Pohon Maja di Plaza Bhinneka Tunggal Ika, IKN, Senin (12/5/2025).

Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan peran strategis Jatim sebagai gerbang utama menuju era baru Indonesia.

"Pohon Maja ini identik dengan Majapahit. Terminologi Bhinneka Tunggal Ika dan Nusantara lahir dari Kerajaan Majapahit," tegas Khofifah.

Kegiatan bersejarah ini dilakukan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, serta jajaran PP Muslimat NU.

Baca juga: Waisak di Kaltim: Doa Kedamaian dan Harapan Lancarnya IKN Menggema

Kehadiran tokoh-tokoh penting ini melambangkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan Indonesia yang gemilang.

Sebanyak delapan Pohon Maja ditanam, bukan tanpa makna. Jumlah ini menjadi simbol harapan dan eratnya sinergi antardaerah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Tak ketinggalan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud turut menanam Kayu Ulin, pohon khas Kalimantan yang terkenal akan kekuatannya dan kelangkaannya, sebagai representasi identitas dan potensi tuan rumah IKN.

Khofifah dengan lantang menyatakan posisi strategis Jatim dalam konteks IKN.

"Kalau ibu kotanya ada di Kalimantan Timur, maka gerbang barunya ada di Jawa Timur," ujarnya.

Penanaman pohon ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian Misi Dagang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ke Kaltim.

Baca juga: Proyek Vital Bandara VVIP IKN Bikin Badan Bank Tanah Diapresiasi BPK

Misi dagang ini mencatatkan transaksi fantastis senilai Rp 1,053 triliun, sebuah bukti nyata sinergi ekonomi yang kuat dan saling menguntungkan antara Jatim dan Kaltim dalam menyongsong era IKN.

Dengan menanam "Pohon Majapahit", Khofifah berharap semangat persatuan dan kesatuan yang diwariskan dari kerajaan besar tersebut dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun IKN secara inklusif dan berkelanjutan, merangkul keberagaman dan potensi seluruh wilayah Indonesia.

"Pohon Maja ini menjadi simbol kekuatan dan persatuan. Jawa Timur siap menjadi mitra strategis pertumbuhan Indonesia," pungkas Khofifah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau