Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jajaki Kolaborasi Kota Cerdas IKN, Otorita "Berburu Ilmu" di Rusia

Kompas.com, 20 Juni 2025, 10:14 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Mohammed Ali Berawi melakukan kunjungan kerja ke Saint Petersburg, Rusia, untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kota cerdas.

Kunjungan pada 11 Juni 2025 ini merupakan langkah strategis Otorita IKN dalam mewujudkan IKN sebagai kota global yang didukung oleh teknologi mutakhir dan inovasi berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Ale berkesempatan menyambangi Multifunctional Center (MFC), fasilitas pelayanan pemerintahan terbesar di Saint Petersburg.

Direktur MFC Maxim Alexandrov menjelaskan, fasilitas ini melayani lebih dari 250 jenis layanan pemerintah yang sebagian besar dapat diakses secara daring.

Baca juga: Punya PLTS 50 MW, Langkah Strategis IKN Menuju Kota Rendah Emisi

“Seluruhnya dapat diakses melalui layanan daring sehingga mengurangi kebutuhan untuk datang langsung kecuali untuk yang memerlukan verifikasi secara fisik," ujar Maxim dikutip Kompas.com, Jumat (20/6/2025).

Pendekatan ini memusatkan layanan pemerintah dalam satu fasilitas terpadu dan terintegrasi, yang tidak hanya mempermudah akses publik tetapi juga mengurangi kebutuhan kunjungan fisik.

MFC juga dilengkapi dengan pusat pelatihan, pembelajaran, dan amenitas publik, menunjukkan komitmen Saint Petersburg terhadap efisiensi dan kenyamanan warganya.

Mengintip Pusat Pemantauan Kota Saint Petersburg

Aspek penting lain dari kota cerdas adalah keamanan. Direktur City Monitoring Center Saint Petersburg Roman Borisenko, menyambut delegasi Otorita IKN dan menunjukkan fasilitas keamanan kota.

Pusat ini mengintegrasikan layanan gawat darurat dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, medis, pemadam kebakaran, penanganan gas, pelayanan perkotaan, hingga anti-teror.

Baca juga: Sejarah Dimulai, Otorita dan BPS Sensus Seluruh Penduduk IKN

"Pusat tersebut menghubungkan layanan gawat darurat dari layanan kepolisian, medis, pemadam kebakaran, penanganan gas, pelayanan perkotaan, hingga anti-teror," jelas Roman.

Lebih dari 106.000 kamera CCTV terpasang, mengawasi hingga 60 persen kawasan kota.

Sudut taman di Kota St Petersburg Rusia, dilengkapi CCTVOIKN Sudut taman di Kota St Petersburg Rusia, dilengkapi CCTV
Pemerintah Saint Petersburg menggunakan platform SafeCity yang dikembangkan secara internal untuk pengawasan dan koordinasi antar layanan darurat, dengan waktu respons yang mengesankan, yaitu kurang dari 10 menit.

Selain itu, sistem emergency broadcast terintegrasi pada fasilitas publik, memungkinkan pesan darurat mencapai lebih dari 81 persen ruang kota.

Berbagai infrastruktur cerdas juga didemonstrasikan, mulai dari halte bus cerdas, lampu penerangan cerdas, hingga perangkat bangunan cerdas.

Kolaborasi Inovasi dan Teknologi

Kunjungan ini juga mencakup forum kolaborasi dengan Komite IT dan Komunikasi serta Komite Hubungan Eksternal Pemerintah Saint Petersburg.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau