Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Gandeng Kejaksaan Agung, Amankan IKN dari Korupsi

Kompas.com, 8 Agustus 2025, 17:45 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi menggandeng Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) untuk memastikan pembangunan IKN berjalan dengan integritas tinggi dan bebas dari praktik korupsi.

Melalui sebuah rapat pendahuluan (entry meeting) dan penandatanganan pakta integritas, kolaborasi ini ditegaskan sebagai komitmen bersama untuk mengawal seluruh proyek strategis.

Baca juga: IKN Bakal Punya Benteng Kedaulatan Udara, TNI AU Bangun Lanud Permanen

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial mengingat pembangunan IKN didukung oleh tiga sumber pembiayaan utama: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan investasi langsung swasta.

"Ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada yang merugikan atau menciderai proses besar ini," ujar Basuki, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Delapan Titik Krusial Ditandai, Ini Detail Batas IKN

Ia menekankan, proyek-proyek strategis di IKN, seperti penataan Kawasan Sepaku dan kawasan olahraga, bukan hanya sebatas pembangunan fisik.

Proyek-proyek ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu, pengamanan dan pengawalan intelijen yang kuat sangat dibutuhkan," imbuh Basuki.

Pakta Integritas Sebagai Bentuk Komitmen

Penataan Kawasan Sepaku, Kalimantan TimurOIKN Penataan Kawasan Sepaku, Kalimantan Timur
Sebagai bentuk nyata dari kerja sama ini, dilakukan penandatanganan pakta integritas antara Pejabat Penandatangan Kontrak Otorita IKN, Roni Rosaji, dengan pihak pelaksana pembangunan, Direktur PT PP URBAN, Fuad Prabowo.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Basuki Hadimuljono dan Direktur IV Jamintel Kejagung Setiawan Budi Cahyono.

Baca juga: Delapan Titik Krusial Ditandai, Ini Detail Batas IKN

Setiawan menegaskan bahwa keberhasilan pengawalan ini sangat bergantung pada keterbukaan informasi dari semua pihak.

"Kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh stakeholder untuk dapat memberikan informasi yang utuh dan seluas-luasnya," ungkap Setiawan.

Dengan informasi yang akurat, Jamintel dapat melakukan mitigasi risiko secara tepat, memetakan potensi ancaman, dan mengatasinya secara efektif.

Baca juga: IKN Bakal Punya Benteng Kedaulatan Udara, TNI AU Bangun Lanud Permanen

Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh pembangunan dapat terlaksana sesuai prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Kolaborasi ini menjadi pesan tegas dari pemerintah bahwa integritas adalah prioritas utama dalam membangun masa depan Ibu Kota Nusantara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau