Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kota Balikpapan, yang dijuluki sebagai "beranda" utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), kini menghadapi dilema pariwisata.
Di tengah hiruk pikuk pembangunan IKN yang masif, dunia perhotelan di Kota Minyak justru mengalami masa suram.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Sugiyanto, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sejak awal tahun hingga Juli 2025, rata-rata okupansi hotel hanya menyentuh angka 30 persen, jauh di bawah batas normal industri.
Baca juga: Kota Minyak Balikpapan Siap Jadi Beranda IKN, Bebas Kabel 2027
Meskipun okupansi lesu, Sugiyanto memastikan bahwa para pelaku usaha perhotelan memilih strategi yang humanis dan berkelanjutan yakni hanya mengurangi jam kerja, bukan memutus hubungan kerja (PHK).
“Jadi teman-teman melakukan pengurangan jam kerja, artinya sistem kerjanya aja, bukan orangnya,” kata Sugiyanto, Rabu (8/10/2025).
Beberapa hotel menerapkan sistem bergiliran bagi karyawan, di mana staf bekerja secara bergantian dalam periode tertentu.
Baca juga: Otorita Gandeng Jimly Asshiddiqie Siapkan Pembentukan Pemdasus IKN
Ini adalah langkah bertahan yang menunjukkan komitmen pelaku usaha untuk menjaga roda perekonomian karyawan tetap berputar, sambil menunggu kunjungan kembali normal.
Lesunya okupansi ini, menurut Sugiyanto, harus segera berakhir. Ia menaruh harapan besar pada peningkatan konektivitas udara di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepingan Balikpapan, yang belakangan ini banyak membuka rute baru.
Sugiyanto menyambut positif kebijakan maskapai ini, karena yakin rute baru adalah kunci untuk mendongkrak okupansi hotel dan menggairahkan sektor pariwisata Balikpapan.
"Kalau ada penerbangan atau rute baru, pasti dampaknya positif, baik bagi hotel maupun UMKM," tegasnya.
Baca juga: Setahun Beroperasi di IKN, RS Mayapada Gelar Cek Kesehatan Gratis
Peningkatan frekuensi dan pilihan rute akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun, yang paling diidamkan, dari luar negeri.
Balikpapan, sebagai pintu gerbang IKN, harus menjadi kota transit yang ramai dan menarik.
Kini, seluruh sektor pariwisata di Balikpapan menanti realisasi dampak rute penerbangan baru ini.
Harapannya, arus kunjungan yang lebih deras akan menghapus wajah lesu perhotelan dan memulihkan vitalitas ekonomi Kota Minyak sebagai beranda yang hidup bagi IKN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang