Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan akselerasi yang signifikan, terutama pada klaster inti pemerintahan.
Fokus utama saat ini adalah kesiapan fisik bagi kepindahan para eksekutif dan birokrat pada tahun 2028.
Baca juga: Mengupas Profil Sembcorp, Investor Kunci PLTS Rp 900 Miliar di IKN
Founder SHAU Architects, Daliana Suryawinata, yang terlibat dalam perancangan arsitektur kompleks Istana Wakil Presiden, mengonfirmasi bahwa progres pembangunannya telah menembus angka 86 persen.
"Capaian ini menempatkan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang paling cepat mendekati finalisasi," ujar Daliana kepada Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).
Angka 86 persen bukan hanya statistik, melainkan jaminan politik bahwa infrastruktur utama untuk kepemimpinan nasional akan siap digunakan sesuai tenggat waktu.
Penampakan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN)Kecepatan konstruksi Istana Wapres tidak mengorbankan kedalaman filosofi arsitekturnya.
Daliana yang dikenal dengan pendekatan desain berkelanjutan dan responsif terhadap iklim tropis, memastikan bahwa Istana Wapres IKN dibangun dengan konsep yang kuat Huma Betang Umai.
Baca juga: Raksasa Singapura Sembcorp, Investor PLTS Perdana di IKN Tanam Rp 900 Miliar
Huma Betang adalah rumah panjang komunal Suku Dayak yang melambangkan persatuan, kebersamaan, dan musyawarah.
Konsep ini diaplikasikan untuk menciptakan Istana Wapres yang terasa terbuka dan akrab, berbeda dari kesan istana tradisional yang kaku dan tertutup.
Umai berarti "lapang" atau "luas". Desainnya memanfaatkan ruang terbuka dan ventilasi alami yang optimal, selaras dengan visi IKN sebagai Sustainable Forest City.
Penampakan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN)Desain Istana Wapres IKN dilengkapi dengan berbagai fitur fungsional dan keamanan modern:
Bangunan dirancang panggung dan memanjang, meniru bentuk rumah Betang, yang secara alami beradaptasi dengan kontur tanah dan meminimalkan dampak lingkungan.
Penggunaan material alami lokal menjadi ciri khas untuk mendukung sirkulasi udara alami dan meminimalkan jejak karbon.
Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 Triliun
Kompleks ini mencakup tidak hanya Kantor Utama Wakil Presiden, tetapi juga Rumah Jabatan (Residensi) dan fasilitas pendukung seperti ruang rapat protokoler, crisis room, dan ruang penerimaan tamu negara.
Filosofi yang dibawa adalah penciptaan ruang kerja yang efisien (ala modern) namun tetap menenangkan (Zen) melalui palet warna netral dan pencahayaan alami yang melimpah.
Meskipun mengedepankan keterbukaan, kompleks ini tidak mengenyampingkan keamanan.
Penggunaan kaca anti peluru pada fasad-fasad vital dan sistem keamanan terintegrasi menjadi standar wajib untuk kantor pemimpin negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang